Jumat, 25 September 2020

INDEF: Utang Pemerintah Bertambah Karena Penggunaannya Tidak Produktif

INDEF: Utang Pemerintah Bertambah Karena Penggunaannya Tidak Produktif

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Peneliti INDEF Enny Sri Hartati mengatakan terus bertambahnya utang pemerintah Indonesia terjadi karena salah dalam pengelolaannya. Mengejar pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari utang dinilai tidak tepat karena semua industri dalam negeri sedang terpuruk.

Saat ini, total utang pemerintah telah mencapai Rp 3.672,43 triliun per 31 Mei 2017, naik Rp 5 triliun dari April 2017. Meski penambahan Rp 5 triliun bagi pemerintah tidak terlalu besar, dikatakannya, paling tidak penggunanya harus jelas.

Menurut Enny, bertambahnya utang pemerintah tersebut terjadi karena penggunaannya tidak produktif.

“Jadi utang itu untuk apa? Produktif atau tidak? Utang itu bisa refinancing atau tidak? kalau tidak bisa pasti akan bermasalah,” tutur Enny, seperti dikutip Republika.co.id, Rabu (28/6).

Meski utang Rp 5 triliun itu untuk membiayai defisit APBN dalam membangun infrastruktur, Enny justru tidak melihat demikian. Menurut dia, ada salah kelola dalam menggunakan utang tersebut.

Utang tersebut untuk pembangunan infrastruktur yang peruntukannya jangka menengah dan panjang. Enny mengaku heran bagaimana mungkin mengejar pembangunan infrastruktur, tetapi semua industri dalam negeri terpuruk, termasuk industri yang terkait dengan infrastruktur.

”Persoalannya, defisit kita bertambah. Itu menyebabkan utang tidak produktif. Semen over supply, industri baja pertumbuhannya negatif, industri logam pertumbuhan negatif,” jelas dia.

Sebenarnya, kata Enny, pembangunan infrastruktur dalam jangka pendek dapat menyerap tenaga kerja, sehingga memulihkan daya beli masyarakat. Pembangunan infrastruktur juga harus bisa menyerap produk dalam negeri seperti semen, baja, dan besi.

“Tapi kalau yang digunakan semua dari impor, ya masalah. Tidak mendorong (perekonomian), malah sekarang pengusaha mengeluh. Ekonomi tidak jalan, berarti ada anomali, ada yang salah,” ucap Enny.(*/maida)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.