Sabtu, 26 September 2020

Alex Kurz, Pesilat Belia Bermental Baja

Alex Kurz, Pesilat Belia Bermental Baja

Foto : Alex Kurz, pesilat termuda yang tampil di ajang Pencak Silat Austria Terbuka 2017, pada 24 Juni lalu. Penampilannya jadi perhatian penonton dan peserta kejuaraan, bocah ini tidak mengenal gentar, apalagi takut, padahal turnamen Austria Terbuka yang digelar di ASKOe Ball Centrum ini merupakan pertarungan beladiri pertamanya sejak menekuni pencak silat 2 tahun lalu. (ist)

Wina, Swamedium.com  – Penampilan Alex Kurz menyita banyak  perhatian penonton dan peserta di ajang Pencak Silat Austria Terbuka 2017, pada 24 Juni. Betapa tidak, pada usia yang sangat muda, pesilat kelahiran 18 Juni 2008 ini tidak sedikit pun ciut berduel dengan lawan yang lebih tua dan memiliki tubuh lebih besar daripada lawan-lawannya.

Padahal, turnamen Austria Terbuka yang digelar di ASKOe Ball Centrum ini merupakan pertarungan beladiri pertamanya sejak menekuni pencak silat 2 tahun lalu.

“Saya tidak takut, saya justru senang sekali bisa ikut bertanding,‘‘ ungkap bocah berusia 9 tahun yang ditemani sang Ayah, Andreas Kurz, kepada awak media yang mendekatinya.

Semangat pantang menyerah ditampilkan Alex saat laga penentuan. Meski tiga kali tersungkur akibat sepakan lawan, Alex tetap bangkit dan terus melanjutkan pertandingan.

Matanya berkaca-kaca saat wasit mengangkat tangan lawannya sekaligus pertanda dirinya kalah dalam kejuaraan silat yang telah berlangsung sejak 8 tahun ini. Air mata mengalir dari kedua mata Alex. Ia tidak bisa menutupi kekecewaan yang mendalam akibat kekalahan tersebut.

‘‘Ini kejuaraan pertamanya. Ia sangat ingin juara. Ia menangis karena kalah. Tapi ia tetap semangat,‘‘ ujar Andreas Kurz sambil memberikan semangat kepada anaknya.

Sejumlah penonton dan pesilat lain datang menghampiri Alex. Pesilat cilik yang tergabung di sekolah silat Seni Gayung Fatani ini diberikan salam dan kalimat penyemangat agar dirinya tidak patah arang dan terus berlatih silat.

Menurut Andreas, putranya mulai menekuni seni beladiri Indonesia saat berusia 7 tahun. Alex tertarik lantaran melihat langsung latihan silat yang diadakan di sekolahnya. ‘‘Waktu itu Alex meminta izin kepada kami untuk berlatih. Sebagai orangtua kami mendukung penuh keinginan tersebut,‘‘ ucap Andreas.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.