Kamis, 01 Oktober 2020

GNPF MUI dan Taktik ‘Bad Cop Good Cop’ Presiden Jokowi?

GNPF MUI dan Taktik ‘Bad Cop Good Cop’ Presiden Jokowi?

Foto: Pertemuan antara Presiden RI dengan para ulama dan tokoh GNPF MUI. (ist)

Oleh : Hersubeno Arief

Benarkah Presiden Jokowi serius dan tulus ingin memperbaiki relasi dengan umat Islam atau pertemuannya dengan GNPF sebuah taktik bad cop, good cop dengan tujuan memecah belah umat?

Bagaimana relasi antara rezim Jokowi dengan umat Islam? Hal itu mulai sedikit terkuak dalam acara open house lebaran pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan Presiden Jokowi.

Melalui silaturahim tersebut terungkap bahwa Jokowi, setidaknya begitu pengakuannya, tidak pernah memusuhi ulama, apalagi umat Islam.

Kepada para pimpinan GNPF MUI Jokowi mengatakan sangat senang dan bahkan sering bertemu ulama karena para ulama “berani menegurnya.”

Jokowi juga menyatakan dia tidak pernah memerintahkan mencoret nama-nama pimpinan GNPF MUI dalam berbagai pertemuan antara Presiden dengan ulama di Istana.

Pernyataan Presiden ini ada baiknya kita sikapi dengan positive thinking, khusnudzon diiringi dengan sikap waspada, sampai waktu kemudian menunjukkan sebaliknya.

Presiden bukanlah seorang manusia biasa, dia juga seorang kepala negara. Kalau pernyataannya kita ragukan, siapa lagi di negara ini yang bisa kita percaya?

Masalahnya seperti yang dikatakan oleh Ketua GNPF MUI Ustad Bachtiar Nasir (UBN), setidaknya dua kali dia mendapat informasi, namanya dicoret dari daftar para ulama dan tokoh agama yang akan bertemu Jokowi.

Dalam Aksi 411, Jokowi menghindar bertemu. Begitu juga dalam Aksi 212 kendati sama-sama hadir di Monas, namun tidak ada komunikasi.

Jadi tidak salah bila muncul kesan yang kuat di kalangan umat, pemerintahan Jokowi adalah rezim yang memusuhi umat Islam.

Kalau toh Jokowi bersahabat dengan umat, hanya dari kalangan kelompok Islam atau organisasi tertentu saja.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.