Sabtu, 26 September 2020

Rembug Kebangsaan, Sebuah Keinginan Tulus Habib Rizieq

Rembug Kebangsaan, Sebuah Keinginan Tulus Habib Rizieq

Foto: Pertemuan antara Presiden RI dengan para ulama dan tokoh GNPF MUI. (ist)

Oleh: Abrar Rifai*

Purwosari, Swamedium.com — Terkait pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi di Istana masih menyisakan berbagai polemik. Pro dan kontra segera muncul sesaat setelah pertemuan tersebut terjadi. Baik antara pendukung Jokowi-Ahok versus para pendukung Aksi Bela Islam, atau pun di antara pendukung Jokowi-Ahok sendiri dan juga di antara pendukung Aksi Bela Islam.

Namun tulisan ini akan membatasi pada polemik di antara pendukung Aksi Bela Islam saja. Sebab, sebagai satu di antara alumni ABI saya tidak ingin ada pertikaian di luar pengetahuan teman-teman. Tapi, setelah memperoleh pengetahuan seperti yang akan saya tuturkan berikut ini, saya kira pro dan kontra, setuju tidak setuju adalah tabiat dari suatu keputusan dan tujuan segala sesuatu.

Di antara Alumni ABI terjadi polarisasi sikap setidaknya pada tiga sikap:

1. Menolak pertemuan tersebut, dengan alasan bahwa rezim ini benar-benar sudah tidak bisa diajak bicara. Sebab Jokowi dan jajarannya sudah dianggap buta dan tuli. Mereka tidak mau lagi melihat segala kebenaran yang berasal dari para Islamis. Sebagaimana mereka juga sudah tidak mau lagi mendengar segala keterangan kebenaran dan kebaikan dari para ulama di luar lingkaran kekuasaannya. Saya pun tidak sepenuhnya menolak pendapat teman-teman yang berada pada barisan ini.

2. Menganggap bahwa GNPF-MUI sekarang sudah berhasil dijinakkan Jokowi, setelah para tokohnya banyak yang dikriminalisasi. Lebih sadis lagi kelompok ini menyebut bahwa GNPF-MUI telah dibeli dengan sekian banyak uang. Jelas ini adalah pendapat mengada-ada dan ngawur!

3. Mendukung pertemuan tersebut sebagai suatu keniscayaan demi terwujudnya persatuan Nasional untuk Bangsa dan Negara, yang mana Islam adalah bagian terbesar yang ada di dalamnya. Nah, pada barisan pendapat yang ke tiga inilah saya ikut berdiri.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.