Kamis, 24 September 2020

Anggota DPR Sayangkan Pelaku Penusukan Brimob Ditembak Mati

Anggota DPR Sayangkan Pelaku Penusukan Brimob Ditembak Mati

Foto: Pelaku penusukan Brimob yang ditembak mati polisi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menyayangkan pelaku penusukan terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6) malam, harus ditembak mati.

Menurutnya, polisi bisa saja cukup melumpuhkan pelaku dengan ditembak di bagian kaki agar pelaku masih bisa hidup. Ia berpendapat, dengan dibiarkan hidup, polisi bisa menggali banyak informasi dari si pelaku.

“Kenapa harus ditembak mati? Kenapa nggak kakinya saja ditembak. Kalau orang itu masih hidup kan kita bisa menggali banyak informasi,” ujar Nasir seperti dikutip JawaPos.

Jika pelaku masih hidup, lanjut Nasir, tentunya Polri bisa menelusuri apakah si pelaku bagian dari kelompok teroris atau bukan.

“Kalau masih hidup kita jadi tahu apakah pelaku benar bagian dari jaringan teroris atau hanya pribadi yang kecewa, sakit hati, dan sebagainya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari insiden tersebut, dua anggota Brimob yang baru saja selesai shalat mengalami luka-lukas. Kedua korban, AKP Dede Suhatmi dan Briptu M Syaful Bakhtiar langsung dibawa ke RS Pusat Pertamina.

Pelaku yang sempat melarikan diri itu dikejar dan ditembak. Pelaku meninggal dunia di lokasi kejadian. Dari lokasi, ditemukan satu buah pisau komando. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.