Sabtu, 24 Juli 2021

Miliarder ini Menolak Pensiun di Usia 90 Tahun

Miliarder ini Menolak Pensiun di Usia 90 Tahun

Jakarta, Swamedium.com – Meski uang sudah tidak berseri, Miliarder Hong Kong, Li Ka-Shing menolak pensiun di usianya yang sudah 90 tahun. Kondisi kesehatannya dan kemampuan berpikirnya pun tetap prima sehingga mendukung keinginannya untuk terus aktif bekerja.

Banner Iklan Swamedium

Kalau mau, Li sebenarnya bisa tinggal duduk manis atau jalan-jalan keliling dunia menghabiskan sisa hidupnya dan menikmati kerja kerasnya. Tapi, dia menolak untuk pensiun dan tetap bekerja sebagai penasehat senior di perusahaannya, CK Hutchison.

Katanya, seperti dikutip dream.co.id, kalaupun pensiun, salah satu konglomerat di Asia ini menyatakan akan membuat pengumuman. “ Kalau pensiun, saya akan mengumumkannya untuk memastikan,” kata Li dilansir dari Channel News Asia, Kamis 29 Juni 2017.

Komentar ini muncul setelah Wall Street Journal memberitakan bahwa orang paling tajir di Hong Kong ini akan pensiun setelah berulang tahun ke-90 tahun pada tahun depan.

“ Tapi, itu tidak akan banyak berubah. Saya akan tetap datang ke kantor, saya tetap akan bekerja, dan saya tetap akan memberikan masukan,” kata dia.

Li mengklaim dirinya dalam kondisi prima. Dia tidak terlalu khawatir pensiunnya di perusahaan akan mengganggu kinerja saham perusahaan.

Seharusnya Li bisa pensiun sebab miliarder ini telah menunjuk anaknya, Victor, untuk menjadi “ pewaris tahta” sejak lima tahun yang lalu. Kini, anaknya berada di jajaran direksi perusahaan.

“Semuanya telah diatur bertahun-tahun yang lalu,” kata dia.

Li memiliki kekayaan bersih sebesar 33 miliar dollar AS atau hampir 500 triliun rupiah.Julukan tokoh ini sebagai ‘Superman’ dari Asia sebab ia mampu mengelola banyak bisnis yang menguntungkan sehingga membuat ia dikenal sebagai orang terkaya di benua Asia.

Li Ka Shing yang lahir pada 29 July 1928 di Chaozhou, China ini bukanlah berasal dari keluarga yang kaya. Ia lahir dari keluarga yang sangat miskin.

Pada usia 16 tahun, Li Ka Shing kemudian mencoba bekerja di sebuah pabrik perdagangan plastik. Di sana ia bekerja selama 16 jam sehari. Gajinya sebagai karyawan plastik sebesar 90 persennya dia berikan kepada ibunya. Beberapa tahun bekerja di pabrik plastik membuat dirinya banyak memiliki pengalaman mengenai bagaimana mengolah plastik yang baik untuk diperdagangkan. Sehingga, lama-lama terbesit keinginannya membuka usaha sendiri.

Dan kini kerajaan bisnisnya mulai dari telekomunikasi hingga ritel dan pelabuhan yang berada di lebih dari 50 negara di dunia

Memang Li pada dasarnya sosok pekerja keras semenjak masih anak-anak. Barangkali saja, bekerja membuat hidupnya terasa lebih berarti, sehingga tidak cepat pikun. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita