Kamis, 24 September 2020

Menelusuri Sisi Lain Masjid Agung Tuban di Malam Hari

Menelusuri Sisi Lain Masjid Agung Tuban di Malam Hari

Tuban, Swamedium.com — Sebagai salah satu Kota Wali, Tuban memiliki masjid agung yang bisa dibanggakan karena keindahan dan kemegahannya.

Masjid Agung Tuban (MAT) adalah salah satu icon Kabupaten Tuban yang berada di sebelah Barat alun-alun Kota Tuban, di Jl. Bonang, Kutorejo, Kec. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Letaknya yang tak jauh dari lokasi makam Sunan Bonang, menjadikan MAT satu paket dengan wisata ziarah wali songo yang mengundang banyak peziarah dari kalangan muslim tradisional maupun wisatawan nasional.

Masjid Agung Tuban didirikan pertama kali pada abad ke-15 oleh Bupati Tuban pertama beragama Islam, yaitu Adipati Raden Ario Tedjo. Kemudian seperti dijelaskan oleh sebuah prasasti di pilar beranda masjid, pada 29 Juli 1894 MAT dibangun kembali oleh Bupati Tuban kala itu, Raden Tumenggung Koesoemodikdo dengan artsitek Belanda bernama Opzichter B.O.W., H.M. Toxopeus. Kemudian di era Republik, masjid yang memiliki sebutan awal Masjid Jami’ ini beberapa kali mengalami renovasi.

Masjid ini mengalami perluasan pada Tahun 1985 dan kemudian secara besar-besaran direnovasi dan diperindah kembali pada Tahun 2004. Bangunan dengan luas total 3.724 meter persegi pada lahan seluas 5.246 meter persegi ini memiliki tiga lantai dengan lima kubah dan enam menara yang menjulang tinggi dengan kerucut lancip layaknya masjid di Turki. Dengan arsitektur yang mengadopsi berbagai masjid terkenal di dunia ini, MAT mendapat julukan sebagai salah satu masjid terindah di Jawa Timur.

Masjid Agung Tuban memadukan arsitektur Islam melalui ornamen luar, bentuk pintu, jendela dan kubah, dan gaya kolonial dari ornamen beranda depan, kaca patri, lampu gantung, tangga, jendela dan pilar-pilar penyangga yang kokoh. Lantai yang terbuat dari marmer membuat masjid ini terasa dingin ketika digunakan untuk sholat.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.