Kamis, 24 September 2020

Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard pada Kendaraan

Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard pada Kendaraan

Foto: Arus balik melintas di ruas Tol Cikampek. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Seperti yang kita tahu, penggunaan lampu tanda bahaya atau yang lebih kita kenal dengan lampu hazard menjadi permasalahan tersendiri di dalam keseharian berkendara di lalu lintas jalan.

Salah satunya adalah penggunaan lampu hazard pada saat waktu hujan deras, banyak pengguna kendaraan bermotor roda empat yang belum mengetahui fungsi lampu hazard ini, akhirnya yang berlaku adalah budaya ikut-ikutan.

Di jalan tol, fenomena lampu hazard ini sering menjadi pemandangan yang sedikit membahayakan, bagaimana tidak? Para pengguna kendaraan roda empat atau lebih pada saat hujan deras, secara bersama-sama menghidupkan lampu hazard.

Yang menjadi masalah, selain dari penggunaanya yang tidak pada tempatnya, lampu hazard ini juga me-non-aktifkan fungsi lampu penunjuk arah, tidak sedikit dari pelaku lampu hazard ini berpindah jalur pada saat lampu hazardnya sedang berfungsi, sehingga, kendaraan lain di belakangnya berkurang afau tidak memiliki antisipasinya terhadap kendaraan tersebut.

Tahukah kita, salah satu digunakan fungsi lampu hazard ini adalah untuk memberikan peringatan, itulah kenapa lampu ini secara teknis menggunakan lampu penunjuk arah yang hidup pada saat yang bersamaan, maka, salah satu efeknya adalah, pengguna jalan lain akan teralihkan perhatiannya kepada lampu hazard tersebut, atau juga bisa diartikan “ter-hipnotis”.

Kesalahpahaman dalam penggunaan instrumen kendaraan ini banyak yang menjadi penyebabnya, antara lain, bertambahnya kendaraan baru di jalan tanpa ada pembatasan, perpindahan pengguna dari kendaraan jenis lain, dan masih banyak lagi. Belum kita bicara tentang filtrasi pada saat pengambila izin mengemudi yang menurut Undang Undang segala bentuk registrasi dan identifikasi, izin mengemudi, dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Dinamika Peraturan Lampu Hazard

Sebelumnya, lampu Hazard ini di atur dalam UU No. 14 Tahun 1992, yang kemudian bertransformasi menjadi UU No. 22 Tahun 2009, dan dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 1993 yang kemudian bertransformasi ke Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012, lalu hal yang menarik kita simak dalam aturannya adalah perubahan dalam Peraturan Pemerintah tentang fungsi Lampu Hazard.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.