Selasa, 29 September 2020

Busyro Muqoddas Beberkan 10 Masalah Besar Bangsa Indonesia

Busyro Muqoddas Beberkan 10 Masalah Besar Bangsa Indonesia

Foto: Busyro Muqoddas. (Muhammadiyah)

Jogyakarta, Swamedium.com — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengatakan terdapat sepuluh masalah yang saat ini tengah dihadapi bangsa Indonesia.

Menurutnya, bangsa Indonesia perlu memahami masalah tersebut untuk mempertahankan kualitas sebagai umat unggulan dan sekaligus sebagai bangsa yang berdaulat.

Busyro mengatakan, masalah pertama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah bahaya bisnis besar narkoba yang telah menjadikan Indonesia sebagai pasar utama bisnis barang mematikan itu.

“Tercatat sudah terdapat jumlah pengguna narkoba sebanyak 5,9 juta. Korban yang tewas perhari 40 orang. Sararan utamanya adalah generasi muda. Sejumlah aparat TNI, Polri, dan petugas BNN (Badan Narkotika Nasional) bahkan anggota DPRD terseret di dalamnya,” ungkap Busyro seperti dilansir Muhammadiyah.or.id, Minggu (25/6) lalu.

Kedua, kata Busyro, perampokan uang negara atau korupsi oleh aparat pemerintah pusat atau daerah, DPR/DPRD, DPD, Polisi, Jaksa, Hakim/Hakim Mahkamah Konstitusi, Menteri, Pengacara, Pebisnis Gelap dan Penyuap Pejabat, serta Dosen Negeri.

Busyro melanjutkan, masalah ketiga adalah, praktik jual jasa atau suap dalam perizinan pendirian hotel, apartemen, pusat belanja modern, penambangan minyak, gas, mineral batubara, dan tata ruang daerah maupun nasional.

Kemudian, lanjut Busyro, masalah keempat, adanya praktik penguasaan 77% kekayaan negara oleh 10 pengusaha hitam dan 1 pengusaha keturunan yang diizinkan menguasai 6 juta hektar lahan.

“Kelima, tidak terbukanya aparat Polri dalam membongkar siapa sesungguhnya aktor dan dalang serangkaian panjang gerakan terorisme yang keji dan terkutuk,” tegas Busyro seperti dikutip Muhammadiyah.or.id.

Lalu keenam, praktik mafia suap atau uang sogok oleh kalangan pebisnis busuk kepada pejabat, politisi parpol, dan aparat penegak hukum yang telah menghancurkan martabat bangsa.

Ketujuh, lanjut Busyro, makin bertambahnya kehadiran “generasi android” yang telah menyita waktu produktif mereka.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.