Jumat, 25 September 2020

Penjualan Pedagang di Pasar Tanah Abang Anjlok

Penjualan Pedagang di Pasar Tanah Abang Anjlok

Foto: penjualan di pasar tanah abang menurun drastis. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Penjualan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami penurunan yang signifikan pasca momen puasa dan lebaran.

Omzet penjual yang biasanya mencapai ratusan juta rupiah per harinya menurun hingga angka puluhan saja.

“Kemarin (bulan puasa) bisa sampai 150 juta perhari, sekarang paling 30 juta aja,” kata Pemilik Toko Busana Muslim di Blok F Tanah Abang, Yusuf kepada Swamedium.com, Senin (3/7).

Bukan hanya omzet, pembeli yang datang pun mengalami perubahan. Jika pada bulan puasa pembeli datang berasal dari mancanegara, kini hanya pedagang-pedagang ritel lokal di Jabodetabek saja.

“Bulan puasa sampai orang Malaysia, Piliphina, Arab Saudi, belanja kesini tapi setelah lebaran paling orang Jakarta aja,” lanjut Yusuf.

Pada lebaran tahun ini, produk sarung menjadi yang paling banyak dicari pembeli mancanegara, selain bahannya yang berkualitas, motif dan corak menjadi pertimbangan.

“Kebanyakan sarung, yang beli orang orang Malaysia, karena motifnya Indonesia punya, beda lah ya,” tandas Yusuf.

Tak hanya pedagang grosir, pedagang-pedagang eceran di pinggiran Pasar Tanah Abang pun mengalami penurunan omzet yang terbilang tinggi. Pendapatan saat bulan puasa yang mencapai Rp 5 juta per hari, sulit dikejar setelah lebaran berlalu.

“Jelas turun banget, waktu puasa sampai 5 jutaan, sekarang mana kekejar,” kata Penjual Pakaian Ecer di sekitar Pasar Tanah Abang, Abdul.

Sampai Senin (3/7) siang tadi, pasar Tanah Abang tetap ramai oleh pedagang, walaupun terlihat beberapa kios yang masih tutup. Pembeli yang datang pun tidak seramai bulan lalu. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.