Senin, 28 September 2020

Surat Terbuka Imam Ikhwanul Muslimin Indonesia kepada Kapolri

Surat Terbuka Imam Ikhwanul Muslimin Indonesia kepada Kapolri

Foto: Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian. (ist)

Oleh: Habib Husein Alhabsyi*

Jakarta, Swamedium.com — Yth. Kapolri Jenderal Tito Karnavian,

Salam, semoga anda selalu dalam keadaan sehat baik jasmani terutama ruhaniah serta senantiasa dituntun kepada jalan ketaatan kepada Allah SWT.

Sebelum saya mencurahkan apa yang saya pikirkan dari seorang fakir yang buta mata ini dalam sebuah surat terbuka yang merupakan refleksi jeritan hati sebagai seorang habib sekaligus sebagai warga negara Indonesia yang kecintaannya terhadap keutuhan NKRI tidak lebih kecil dari kecintaan anda dan institusi anda kepada Republik Indonesia ini.

Belakangan ini semakin hari semakin terasa upaya-upaya sistematis untuk menyudutkan umat Islam di negeri yang merupakan negeri dengan mayoritas penduduk Islam terbesar di dunia. Meskipun saya buta, saya senantiasa mengikuti perkembangan sosial, politik & keagamaan yang terjadi setiap hari di Republik ini terutama upaya-upaya lembaga penegak hukum yang anda pimpin dalam mendegradasi eksistensi Islam di Tanah air ini.

Dimulai dari perintah anda kepada bawahan agar melarang umat Islam melakukan shalat Jumat dipelantaran jalan Sudirman karena kuatir terjadi amuk massa, menangkap & memperkarakan tokoh-tokoh nasional dengan tuduhan makar tanpa alasan yang kuat, membela penista agama secara berlebihan, melakukan kriminalisasi para ulama dengan merekayasa & megesampingkan fakta hukum lain, mendramatisir situasi keamanan seolah Indonesia sudah darurat teroris hingga membuat iklan layanan masyarakat yang menyudutkan umat Islam sebagai kelompok intoleran.

Upaya terakhir anda adalah kulminasi yang tak sulit untuk dimaafkan. Betapa dalam tayangan iklan layanan masyarakat Divisi Humas Polri, masyarakat kita disuguhkan tontonan sebuah film dengan episode penuh fitnah keji terhadap umat Islam. Anda sengaja memproduksi film yang disutradarai oleh seorang nonmuslim yang tak memiliki aqidah Islam sedikit pun sehingga ini dengat sangat vulgarnya mencitrakan umat Islam sebagai kelompok manusia kejam yang memiliki fanatisme sesat. Andai saja anda mau & memiliki komitmen terhadap Islam, tentu anda akan meminta kepada banyak sutradara muda muslim untuk menggarap film iklyang layanan masyarakat itu. Atau setidaknya, sebelum ditayangkan kepada publik, anda terlebih dahulu menanyakan kontennya kepada sineas senior atau kepada ulama agar citra toleransi tidak digambarkan dengan menyudutkan kelompok umat lain utamanya umat Islam.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.