Senin, 26 Juli 2021

Hukum Melakukan Operasi Plastik Dalam Islam

Hukum Melakukan Operasi Plastik Dalam Islam

Jakarta, Swamedium.com – Melakukan operasi plastik menjadi tren masa kini untuk membuat penampilan lebih baik menurut versi yang melakukannya. Namun, bagaimana hukum boleh atau tidaknya mengubah atau memperbaiki wajah dan tubuh itu dalam Islam, kita akan membahasnya.

Banner Iklan Swamedium

Kalau sebelumnya, kita menulis artikel operasi plastik dari segi kesehatan, kali ini pembahasannya terkait hukum syariahnya. Tren operasi plastik, terutama di kota besar memang semakin marak, mulai dari memancungkan hidung, memperbesar payudara hingga mengubah bentuk wajah. Hasilnya, wajah ada yang lebih baik, tetapi ada juga yang terlihat aneh, sehingga pemiliknya sampai tidak dikenali lagi, bahkan oleh keluarganya sendiri.

Bahkan ada kasus di China, seorang suami sampai menceraikan istrinya setelah mengetahui kecantikan istrinya hasil dari operasi plastik dan dia merasa tertipu. Hal itu terungkap setelah anak yang dilahirkannya memiliki wajah yang tak seelok ibunya.

Banyak yang pro dan kontra soal operasi plastik ini. Ust. Shiddiq Al Jawi dalam helpsharia.com menjelaskan bahwa operasi plastik (plastic surgery) atau dalam bahasa Arab disebut jirahah at-tajmil adalah operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak. (Al-Mausuâah at-Thibbiyah al-Haditsah, 3/454).

Hukum operasi plastik ada yang mubah dan ada yang haram. Operasi plastik yang mubah adalah yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir (al-‘uyub al-khalqiyyah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-‘uyub al-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 183; Fahad bin Abdullah Al-Hazmi, Al-Wajiz fi Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 12; Hani` al-Jubair, Al-Dhawabith al-Syar’iyyah li al-‘Amaliyyat al-Tajmiiliyyah, hal. 11; Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Al-Qawa’id al-Syar’iyah fi al-Masa`il Al-Thibbiyyah, hal. 59).

Operasi plastik untuk memperbaiki cacat yang demikian ini hukumnya adalah mubah, berdasarkan keumuman dalil yang menganjurkan untuk berobat (al-tadawiy). Nabi SAW bersabda,“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah menurunkan pula obatnya.” (HR Bukhari, no.5246). Nabi SAW bersabda pula,”Wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya.” (HR Tirmidzi, no.1961).

Adapun operasi plastik yang diharamkan, adalah yang bertujuan semata untuk mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk pengobatan atau memperbaiki suatu cacat. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya.

Dalil keharamannya firman Allah SWT (artinya) : “dan akan aku (syaithan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya”. (QS An-Nisaa` : 119). Ayat ini datang sebagai kecaman (dzamm) atas perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, di antaranya adalah mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah). Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk dalam pengertian mengubah ciptaan Allah, maka hukumnya haram. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 194).

Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang melaknat perempuan yang merenggangkan gigi untuk kecantikan (al-mutafallijat lil husni). (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini terdapat illat keharamannya, yaitu karena untuk mempercantik diri (lil husni). (M. Utsman Syabir, Ahkam Jirahah At-Tajmil fi Al-Fiqh Al-Islami, hal. 37).

Imam Nawawi berkata,”Dalam hadis ini ada isyarat bahwa yang haram adalah yang dilakukan untuk mencari kecantikan. Adapun kalau itu diperlukan untuk pengobatan atau karena cacat pada gigi, maka tidak apa-apa.” (Imam Nawawi, Syarah Muslim, 7/241). Maka dari itu, operasi plastik untuk mempercantik diri hukumnya adalah haram. Wallahu a’lam
(maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

2 Comments

  1. hamba allah

    Assalamualaikum, saya ingin bertanya bagaimana hukum nya merubah bentuk bibir dengan cara operasi yg tujuan nya untuk menghindari fitnah. Maksudnya bentuk bibir bawah tersebut seperti menunjukan orang yang sering ‘berciuman’ ?

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita