Rabu, 30 September 2020

Hukum Melakukan Operasi Plastik Dalam Islam

Hukum Melakukan Operasi Plastik Dalam Islam

Jakarta, Swamedium.com – Melakukan operasi plastik menjadi tren masa kini untuk membuat penampilan lebih baik menurut versi yang melakukannya. Namun, bagaimana hukum boleh atau tidaknya mengubah atau memperbaiki wajah dan tubuh itu dalam Islam, kita akan membahasnya.

Kalau sebelumnya, kita menulis artikel operasi plastik dari segi kesehatan, kali ini pembahasannya terkait hukum syariahnya. Tren operasi plastik, terutama di kota besar memang semakin marak, mulai dari memancungkan hidung, memperbesar payudara hingga mengubah bentuk wajah. Hasilnya, wajah ada yang lebih baik, tetapi ada juga yang terlihat aneh, sehingga pemiliknya sampai tidak dikenali lagi, bahkan oleh keluarganya sendiri.

Bahkan ada kasus di China, seorang suami sampai menceraikan istrinya setelah mengetahui kecantikan istrinya hasil dari operasi plastik dan dia merasa tertipu. Hal itu terungkap setelah anak yang dilahirkannya memiliki wajah yang tak seelok ibunya.

Banyak yang pro dan kontra soal operasi plastik ini. Ust. Shiddiq Al Jawi dalam helpsharia.com menjelaskan bahwa operasi plastik (plastic surgery) atau dalam bahasa Arab disebut jirahah at-tajmil adalah operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak. (Al-Mausuâah at-Thibbiyah al-Haditsah, 3/454).

Hukum operasi plastik ada yang mubah dan ada yang haram. Operasi plastik yang mubah adalah yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir (al-‘uyub al-khalqiyyah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-‘uyub al-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 183; Fahad bin Abdullah Al-Hazmi, Al-Wajiz fi Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 12; Hani` al-Jubair, Al-Dhawabith al-Syar’iyyah li al-‘Amaliyyat al-Tajmiiliyyah, hal. 11; Walid bin Rasyid as-Sa’idan, Al-Qawa’id al-Syar’iyah fi al-Masa`il Al-Thibbiyyah, hal. 59).

Pages: 1 2 3

Related posts

2 Comments

  1. hamba allah

    Assalamualaikum, saya ingin bertanya bagaimana hukum nya merubah bentuk bibir dengan cara operasi yg tujuan nya untuk menghindari fitnah. Maksudnya bentuk bibir bawah tersebut seperti menunjukan orang yang sering ‘berciuman’ ?

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.