Rabu, 23 September 2020

Kisruh Penerimaan Taruna Akpol, Kapolda Jabar Terancam Sanksi

Kisruh Penerimaan Taruna Akpol, Kapolda Jabar Terancam Sanksi

Foto: Irjen Pol Anton Charliyan dicopot dari jabatan Kapolda Jabar. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Buntut kisruh terkait kisruh penerimaan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun ajaran 2017, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan terancam dijatuhi sanksi oleh Mabes Polri. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto.

“Kita ini organisasi besar, kan. Pasti ada (sanksi) nantinya,” kata Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/7) kemarin.

Seperti diketahui, penerimaan taruna Akpol di Polda Jawa Barat menuai pro kontra. Polda Jabar menerapkan aturan prioritas putra daerah dalam sistem penerimaan akpol di sana.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam aturan Kapolda Jabar Nomor 702 tentang kuota Putra daerah dan Non Putra Daerah. Ironisnya, aturan tersebut, tanpa persetujuan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Setyo, hasil kelulusan taruna akpol hanya berdasarkan prestasi. Tidak berlaku sistem putra daerah dalam seleksinya.

“Karena Akpol kan begitu masuk menandatangani pernyataan, siap ditempatkan dimana saja. Seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia, kan sekarang ada atase kepolisian nambah lagi. Kalau Akpol tidak melihat itu (putra daerah atau bukan),” jelasnya.

Lebih lanjut, Setyo mengatakan, Polri telah menerjunkan tim evaluasi ke Polda Jawa Barat. Terkait penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan dalam proses penerimaan akpol, Setyo belum bisa memastikan.

“Pelanggaran nanti dilihat,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.