Sabtu, 26 September 2020

Kopi Amerika yang (Ternyata) Buatan Indonesia

Kopi Amerika yang (Ternyata) Buatan Indonesia

Foto: Jonru Ginting di Bandara Frans Seda, Maumere, NTT bersama aparat daerah setempat. (Telegram JonruGinting Official)

Oleh: Jonru Ginting*

Batubara, Swamedium.com.— Jauh sebelum st****ck diboikot karena mendukung lgbt, saya sudah lama memboikotnya karena alasan lain: Bahan-bahan kopi yang mereka gunakan, ternyata diimpor dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Jadi kebayang kan, kita dengan bangganya minum kopi bermerek Amerika, terkesan sangat bergengsi karena bercitarasa luar negeri. Padahal aslinya itu kopi dari negeri kita sendiri.

Kopi Indonesia sejak dulu memang terkenal paling berkualitas sedunia. Jadi sangat wajar jika kafe kelas internasional pun menggunakan bahan kopi Indonesia.

Namun anehnya, orang Indonesia umumnya terlalu gampang silau pada segala hal yang berbau luar negeri. Itu yang menyebabkan kafe-kafe (juga produk-produk lain) dari luar negeri menjadi laris manis di sini.

Karena itu, tentu lebih baik jika kita ngopi di kedai milik pribumi saja. Agar kita bisa mendukung perekonomian negeri sendiri.

Jangan sampai slogan “Cintailah produk-produk Indonesia” berhenti sebatas slogan saja.

Seharusnya kita malu pada negara-negara lain seperti Thailand. Mereka tak perlu bikin slogan seperti itu, namun kecintaan mereka terhadap produk dalam negeri sangat tinggi. Ini terbukti ketika kita berbelanja di pasar atau hypermarket di Thailand misalnya. Hampir semua produk yang dijual di sana berasal dari negeri mereka sendiri. Produk impor hanya sedikit.

Kapan Indonesia bisa seperti itu? Tentunya tak mungkin terjadi jika:

1. Pemerintah kita masih meneruskan tradisi mengekspor bahan-bahan atau produk-produk berkualitas terbaik ke luar negeri, dan yang tersisa untuk dalam negeri hanya yang berkualitas rendah.

Jadi selama ini, kita di dalam negeri hanya menikmati produk-produk “kualitas sisa”, karena yang berkualitas terbaik dikhususkan untuk diekspor ke luar negeri. Inilah salah satu fakta miris Indonesia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.