Jumat, 25 September 2020

Kritik ICW, Prof Romli Akan Bentuk Corruption Watch Baru

Kritik ICW, Prof Romli Akan Bentuk Corruption Watch Baru

Foto: Pakar hukum pidana yang juga Ketua Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik Prof. Romli Atmasasmita. (Twitter @rajasundawiwaha)

Jakarta, Swamedium.com — Buku yang bertajuk ‘Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Antikorupsi: Fakta dan Analisis’ oleh Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP) yang diterbitkan pada Mei 2016, kembali dibeberkan oleh Pakar Hukum Pidana Prof Romli Atmasasmita melalui cuitan di akun Twitternya @rajasundawiwaha, JUmat (30/6) lalu.

Buku tersebut memuat analisa kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dinilai Prof Romli telah menyimpang. Analisa Prof Romli itu merujuk pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lebih lanjut, Prof Romli memgatakan dirinya akan membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Corruption Watch yang baru. Ia juga menyebutkan bahwa lembaga ini harus kredibel dan bebas dari kepentingan apapun, seperti kicauannya pada akun twitter berikut.


“sy akan bentuk corruption watch baru yg kredibel dn tanpa kepentingan apapun! National Corruption Watch – NCW,” tulis @rajasundawiwaha, Senin (2/7).

Tak hanya itu, Prof Romli juga menyebutkan, seluruh LSM antikorupsi harus diaudit, termasuk Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) yang berada di bawah naungan Universitas Gajah Mada (UGM).

Menanggapi hal tersebut, mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Mahfud MD menyatakan jika betul ada penyimpangan di KPK dan ICW seperti yang diungkapkan Prof Romli, maka kepolisian atau kejaksaan seharusnya segera menindaklanjuti.

Ia menjelaskan, temuan BPK yang digunakan sebagai rujukan Prof Romli adalah temuan negara yang mesti ditindaklanjuti oleh kepolisian atau kejaksaan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.