Selasa, 27 Juli 2021

Menjaga NKRI, Gerakan Politik Umat Islam adalah Keharusan

Menjaga NKRI, Gerakan Politik Umat Islam adalah Keharusan

Foto: Habil Marati, anggota DPR dari Fraksi PPP periode 2004-2009 Dapil Sulawesi Tenggara. (ist)

Oleh: Habil Marati*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Kalau Umat Islam di Indonesia tidak melakukan gerakan politik berbasis Alquran, akan sulit menyelamatkan Pancasila dari hantaman Idiologi dissimilation( kepura puraan). Umat Islam dan TNI sadar atau tidak sesungguhnya Bumi dan Air serta kekayaan yang terkandung didalamnya telah mengalami privatisasi dengan model transfer kepemilikan dari negara menjadi kepemilikan privat atau swasta. Di samping itu konstitusi Negara juga telah mengalami liberalisasi primordial, Idiologi pancasila tidak lagi memiliki ikatan primordial dengan Bangsa Indonesia. Negara Indonesia menjadi sebuah negara di mana Rakyatnya hidup tanpa ikatan primordial, Negara di kuasai para gladiator kekuasaan dan oligarki.

Umat Islam harus melakukan gerakan Politik dengan pendekatan Aqidah sebagai ikatan politik, Politik Umat Islam harus dipimpin Ulama yang memilki karakter kuat, Ulama yang tidak mudah di bengkokan dengan materi dan kekuasaan. Tujuan gerakan politik Umat Islam ini untuk melakukan penataan kembali terhadap kedaulatan Rakyat, Mengembalikan sistim kepemilikan negara baik pada ekonomi maupun politik.

Gerakan Politik Islam benar benar tampil sebagai gerakan pembaharu konstitusi Negara, Konstitusi yang melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. Demikian juga TNI harus memainkan posisinya sebagai gerakan non politik yaitu sebagai penjaga pertahanan negara, pertahanan Pancasila dan pertahanan kedaulatan Rakyat. Umat Islam jangan lagi terpasung secara puritan tradisional, jangan lagi berpedoman pada ulama ulama yang mengajak umat Islam untuk menjadi partisan politik, Parasit kekuasaan dan politisi pasif.

Gerakan politik umat Islam harus mampu melahirkan kembali politik intelektual masyumi, gerakan politik intelektual masyumi terbukti mereka mampu merekonstruksi hubungan Islam, Pancasila dan Negara menjadi sebuah Negara persatuan dalam musyawarah. mufakat.

Mengapa selama ini gerakan politik Islam tidak kuat? Pertama, Gerakan politik Islam selama ini dipasung oleh basis tradisionalnya dimana Ulama Ulama puritan jadi panutan, Ulama Ulama puritan ini lah yang menghambat gerakan politik Umat Islam, Kedua internalisasi sumber daya politik Umat Islam khususnya yang berasal dari universitas Universitas sekuler mereka cenderung berpikir sekuler dan anti terhadap politisasi Agama Islam, Ketiga, Poros cultural Umat Islam terbelah dua yaitu NU dan Muhammadiyah.

Oleh sebab itu Gerakan Politik Islam membutuhkan Ulama ulama yang mampu mengintegrasikan kekuataan kekuataan Islam tradisional Cultural seperti NU dan Muhamadyah ke dalam satu Gerakan politik Umat Islam. Saya yakin Umat Islam yang ada di NU maupun Muhamadyah membutuhkan ulama ulama yang Istiqomah untuk menyatukan kekuatan potensi politik Umat Islam.

Disamping itu kekuataan gerakan politik Islam harus benar benar bersumber dari rujukan Alquran, selama ini banyak Ulama Ulama Islam khususnya NU dan Muhamadyah menentang politisasi kitab Suci Alquran pada hal kenyataannya banyak Ulama Ulama justru menafsirkan Alquran tergantung kepentingan politiknya, lihat saja dalam kasus Ahok berapa banyak Ulama ulama sesat yang menafsirkan Alquran sesuai kepentingan politiknya, Ulama Ulama seperti ini lah yang harus dikesampingkan dalam membangun Gerakan politik umat Islam.

Demikian juga, gerakan politik Umat Islam harus menyatu dengan doktrin TNI, Doktrin TNI sangat jelas bahwa TNI itu adalah alat negara, Alat pertahanan Negara, lender of the last resource terhadap keamanan Negara, baik keamanan dari ancaman internal maupun dari ancaman dari luar.

Sekali lagi untuk membangun gerakan politik umat Islam yang terintegrasi berbasis intelektual seperti masyumi dibutuhkan kesadaran berpolitik umat Islam yang berbasis Alquran yang Rahmatan Lil Alamin, bermanfaat bagi semus mahluk. (*)

*Penulis adalah anggota DPR dari Fraksi PPP periode 2004-2009 Dapil Sulawesi Tenggara

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita