Jumat, 02 Oktober 2020

Menjaga NKRI, Gerakan Politik Umat Islam adalah Keharusan

Menjaga NKRI, Gerakan Politik Umat Islam adalah Keharusan

Foto: Habil Marati, anggota DPR dari Fraksi PPP periode 2004-2009 Dapil Sulawesi Tenggara. (ist)

Oleh: Habil Marati*

Jakarta, Swamedium.com — Kalau Umat Islam di Indonesia tidak melakukan gerakan politik berbasis Alquran, akan sulit menyelamatkan Pancasila dari hantaman Idiologi dissimilation( kepura puraan). Umat Islam dan TNI sadar atau tidak sesungguhnya Bumi dan Air serta kekayaan yang terkandung didalamnya telah mengalami privatisasi dengan model transfer kepemilikan dari negara menjadi kepemilikan privat atau swasta. Di samping itu konstitusi Negara juga telah mengalami liberalisasi primordial, Idiologi pancasila tidak lagi memiliki ikatan primordial dengan Bangsa Indonesia. Negara Indonesia menjadi sebuah negara di mana Rakyatnya hidup tanpa ikatan primordial, Negara di kuasai para gladiator kekuasaan dan oligarki.

Umat Islam harus melakukan gerakan Politik dengan pendekatan Aqidah sebagai ikatan politik, Politik Umat Islam harus dipimpin Ulama yang memilki karakter kuat, Ulama yang tidak mudah di bengkokan dengan materi dan kekuasaan. Tujuan gerakan politik Umat Islam ini untuk melakukan penataan kembali terhadap kedaulatan Rakyat, Mengembalikan sistim kepemilikan negara baik pada ekonomi maupun politik.

Gerakan Politik Islam benar benar tampil sebagai gerakan pembaharu konstitusi Negara, Konstitusi yang melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. Demikian juga TNI harus memainkan posisinya sebagai gerakan non politik yaitu sebagai penjaga pertahanan negara, pertahanan Pancasila dan pertahanan kedaulatan Rakyat. Umat Islam jangan lagi terpasung secara puritan tradisional, jangan lagi berpedoman pada ulama ulama yang mengajak umat Islam untuk menjadi partisan politik, Parasit kekuasaan dan politisi pasif.

Gerakan politik umat Islam harus mampu melahirkan kembali politik intelektual masyumi, gerakan politik intelektual masyumi terbukti mereka mampu merekonstruksi hubungan Islam, Pancasila dan Negara menjadi sebuah Negara persatuan dalam musyawarah. mufakat.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.