Rabu, 30 September 2020

MUI Diminta Segera Keluarkan Standar Nilai Syariah Rumah Sakit

MUI Diminta Segera Keluarkan Standar Nilai Syariah Rumah Sakit

Jakarta, Swamedium.com – Umat Islam sangat mendambakan adanya rumah sakit (RS) berkonsep syariah karena rumah sakit Islam yang ada saat ini belum mempraktekkan konsep syariah dalam manajemennya. Merespon hal itu, Mukisi telah membuat rekomendasi kepada MUI supaya segera menetapkan standar nilai syariah pada sebuah RS.

Fenomena syariah yang menjadi tren saat inilah yang direspons oleh Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islami (Mukisi)-sebagai wadah tertinggi rumah saki Islam se-Indonesia– untuk membuat rekomendasi kepada MUI supaya segera menetapkan standar nilai syariah pada sebuah rumah sakit (RS).

Rekomendasi ini salah satu harapan yang disampaikan Ketua Mukisi, dr H Masyhudi AM Mkes, dalam sebuah acara pelantikan kepengurusan baru, Oktober lalu. “Kami sudah berkomunikasi dengan MUI untuk penetapan standar RS Syariah ini. Insya Allah, dalam waktu dekat akan segera ditetapkan melalui Fatwa atau ketetapan lainnya,” katanya dalam konferensi pers di RS Sari Asih Ciputat Tangerang Selatan yang dikutip republika.

Lantas, seperti apa konsep syariah yang ditawarkan oleh Mukisi? Konsep Syariah di RS mendasarkan kepada Maqashid al-Syariah al-Islamiyah karya Imam Syatibi. Menurut salah satu ulama besar dari mazhab Maliki tersebut, ada konsep lima kebutuhan dasar manusia yang bisa diterapkan di RS Syariah. Yakni memelihara agama (khifdz ad-diin), memelihara jiwa (khifdz an-nafs), memelihara keturunan (khifdz an-nasl), memelihara akal (khifdz al-aql), dan memelihara harta (khifdz al-mal).

Maqashid al Syariah

Saat ini, RS. Islam Sultan Agung, Semarang menjadi pilot project RS Syariah pertama di Indonesia. Seperti dilansir helpsharia.com, Humas RSI Sultan Agung Syahrial Faza menjelaskan lima hal terkait oleh Maqashid al-Syariah al-Islamiyah tersebut.

Pertama, konsep memelihara agama berarti RS harus peduli dengan ibadah setiap agama pasien. Bagi pasien yang beragama Islam, tenaga medis yang merawatnya harus konsisten dalam menerapkan dan menjalankan ibadah baik untuk dirinya sendiri maupun pasien. Dalam aplikasinya, mereka harus mampu memberikan pengertian tentang tata cara ibadah dalam kondisi sakit.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.