Selasa, 22 September 2020

Produk 2014, Pemerintahan Kacau Balau

Produk 2014, Pemerintahan Kacau Balau

Oleh: Don Zakiyamani*

Banda Aceh, Swamedium.com — Pemerintahan kacau-balau hari ini merupakan hasil 2014, baik legislatif maupun eksekutif serta yudikatif. Ini pembuktian bahwa suara rakyat sangat menentukan masa depan negara secara komunal. Keputusan politik setiap 5 tahun memang sangat terasa hari ini.

Utang negara yang terus bertambah dibarengi tingkat pengangguran signifikan merupakan manifestasi kebijakan yang salah kaprah. Sebagaimana diungkapan diatas bahwa ada dampak besar dari sebuah keputusan yang dianggap kecil dalam pileg dan pilpres.

‘Dosa’ politik yang kita lakukan dimulai ketika kita memilih wakil yang salah dan dilanjutkan dengan Eksekutif yang salah pula. Wakil kita tersandera dengan keputusan parpolnya yang mendukung eksekutif. Wakil rakyat yang harusnya menjadi pengawas berubah fungsi menjadi pengawal pemerintahan.

Praktis hanya Gerindra dan PKS yang masih bisa diharapkan menjalankan fungsinya walaupun secara kuantitas mereka minoritas. Keputusan pemerintah yang merugikan kepentingan nasional tidak bisa diadang oleh Gerindra dan PKS.

Keluarnya PAN dan Golkar dari tubuh Koalisi Merah Putih (KMP) karena tergoda jabatan pemerintahan merupakan pukulan telak bagi konstituen yang ingin wakilnya tetap kritis dan idealis. Memang benar bahwa tidak ada teman sejati dalam politik akan tetapi mengapa lupa bahwa mereka bukan wakil parpol akan tetapi wakil rakyat.

Kacau-balaunya pemerintahan hari ini didukung oleh koalisi parpol yang oportunis. Jokowi seolah sangat bebas menjalankan misi negara-negara kapitalis yang ingin kuasai SDA Indonesia. Hutang yang terus bertambah merupakan indikasi bahwa pemerintahan hari ini dalam cengkraman Asing.

Kita semua tahu Jokowi dalam kampanyenya berjanji akan bersikap professional, tidak ada pembagian kekuasaan. Itulah salah satu janji manisnya yang belakangan bertolak belakang. Pembagiaan kekuasaan bukan hanya dikursi menteri dan pejabat setingkat, Jokowi-JK malah menjadikan Indonesia sebagai ‘anak perusahaan’ dari cina dan Amerika Serikat.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.