Minggu, 25 Juli 2021

Sejarah Lahirnya Presidium Alumni 212

Sejarah Lahirnya Presidium Alumni 212

Foto: Ketua Presidium Alumni 212 Ansfuri Idrus Sambo. (Joko/swamedium)

Oleh: Ansufri Idrus Sambo*

Banner Iklan Swamedium

Bogor, Swamedium.com — Berawal dari Tamasya Almaidah (TAM) yang seharus dilaksanakan oleh Gema Jakarta (sayap perjuangan GNPF MUI yang khusus memenangkan gubernur muslim jakarta) dibawah komando Ustad Zaitun Rasmin (UZR) tapi karena pertimbangan satu dan lain hal (terutama pertimbangan keamanan, karena polisi memperingatkan jika terjadi kerusuhan maka para pelaksana TAM akan dimintai pertanggungjawabannya) maka TAM urung dilaksanakan oleh Gema Jakarta.

Namun demikian karena begitu sangat pentingnya TAM dalam mengawal suara di TPS-TPS agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan di pilkada DKI pada putaran kedua (seperti pada putaran pertama dimana banyak sekali terjadi kecurangan di TPS) akhirnya Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menunjuk Ustadz Sambo dan Ustadz Hasri Harahap sebagai Komandan TAM, karena dianggap berhasil sebagai komandan dalam aksi 313 dengan Aman, Damai dan Tertib di bundaran patung kuda, saat ustad Al khaththath ditangkap.

Saat itu, seminggu sebelum pilkada DKI putaran kedua, awalnya TAM hanya ditangani oleh panitia kecil saja yang anggotanya tidak lebih dari 20 orang saja, tapi ada usul supaya panitianya diperbesar anggotanya dan akhirnya diputuskan TAM ditangani oleh alumni 212 saja, karena alumni 212 terlalu besar anggotanya maka diperkecil sedikit tapi tetap menggunakan Alumni 212 dan akhirnya jadilah Presidium Alumni 212, tiga hari sebelum Pilkada DKI putaran kedua dan deklarasi Presidium Alumni 212 sebagai pelaksana TAM pada tanggal 17 April 2017 di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh sperti Amien Rais, Habib Idrus Jamalul Lail, Eggy Sudjana, Moh Siddik dari DDII, dan lain-lain.

Alhamdulillah dengan pertolongan Allah akhirnya TAM dibawah pelaksana Presidium Alumni 212 yang diketuai oleh Ustadz Sambo dan Ustadz Hasri sebagai sekretaris dapat terlaksana dengan Aman, Damai, Tertib dan tidak ada kerusuhan dan Anies-Sandi berhasil memenangkan PILKADA Jakarta.

Di dalam perjalanannya demo demi demo yang diadakan dalam Aksi Bela Islam setelah 212 dan 112 di Istiqlal, GNPF MUI sudah tidak ikut dalam aksi-aksi mulai dari aksi 212 jilid 2, aksi 313 sampai TAM bahkan akhirnya puncaknya adalah dalam aksi simpatik 55 dimana aksi yang seharusnya dilakukan di depan Mahkamah Agung (MA), hanya dipusatkan di Istiqlal saja oleh GNPF MUI, hanya sebagian kecil yang akhirnya melakukan aksi di depan MA, walaupun Aksi di depan MA ini dikuti oleh Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), UZR dan lain-lain mengawal massa di Istiqlal agar tidak turun ke MA.

Mulai saat itulah peran Presidium Alumni 212, cikal bakalnya adalah aksi 212 jilid II, 313 dan TAM semakin besar untuk memupuk semangat perjuangan Aksi bela Islam. Gerakan Presidium Alumni 212 ini semuanya direstui oleh HRS agar bara api perjuangan menegakkan Surat Almaidah 51 Ini tdk boleh meredup apalagi sampai padam.

Saat si penista Agama sudah divonis bersalah dan dipenjara maka terjadilah politik balas dendam oleh Rezim Penguasa, dimana ulama-ulama (HRS, UBN, Al Khaththath, Munarman dll), aktivis-aktivis (Rachmawati, Kivlan Zein, Adityawarman, Sri Bintang dll) dan Ormas Islam seperti HTI yang berperan aktif mengalahkan Ahok di pilkada sampai memenjarakannya, mulai dibidik untuk dikriminalisasi bahkan Ustad Al Khaththath dan lain lain dipenjarakan sedangkan Habib Rizieq sampai harus mengungsikan keluarganya ke Saudi karena akan dihancurkan kehormatan diri dan keluarganya.

Saat ulama-ulama di GNPF MUI sudah banyak yang dikriminalisasi dan mereka agak terhambat untuk membela diri mereka sendiri, disinilah peran Presidium Alumni 212 semakin besar untuk membela para ulama, aktivis-aktivis dan Ormas Islam yang tergabung dalam aksi-aksi bela Islam.

Jika GNPF MUI dibentuk bertujuan untuk memenjarakan Ahok terkait kasus penistaan agama dan itu sudah tercapai tapi berakibat pada dikriminalisasinya tokoh-tokoh GNPF MUI maka Presidium Alumni 212 lah yang mengambil peran untuk membela dan menyelamatkan para ulama, aktivis dan Ormas Islam yang dizalimi oleh rezim Penguasa akibat balas dendam karena kalahnya Ahok di pilkada dan dipenjarakannya Ahok. (*)

*Penulis adalah Ketua Presidium Alumni 212

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita