Sabtu, 26 September 2020

Sejarah Lahirnya Presidium Alumni 212

Sejarah Lahirnya Presidium Alumni 212

Foto: Ketua Presidium Alumni 212 Ansfuri Idrus Sambo. (Joko/swamedium)

Oleh: Ansufri Idrus Sambo*

Bogor, Swamedium.com — Berawal dari Tamasya Almaidah (TAM) yang seharus dilaksanakan oleh Gema Jakarta (sayap perjuangan GNPF MUI yang khusus memenangkan gubernur muslim jakarta) dibawah komando Ustad Zaitun Rasmin (UZR) tapi karena pertimbangan satu dan lain hal (terutama pertimbangan keamanan, karena polisi memperingatkan jika terjadi kerusuhan maka para pelaksana TAM akan dimintai pertanggungjawabannya) maka TAM urung dilaksanakan oleh Gema Jakarta.

Namun demikian karena begitu sangat pentingnya TAM dalam mengawal suara di TPS-TPS agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan di pilkada DKI pada putaran kedua (seperti pada putaran pertama dimana banyak sekali terjadi kecurangan di TPS) akhirnya Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menunjuk Ustadz Sambo dan Ustadz Hasri Harahap sebagai Komandan TAM, karena dianggap berhasil sebagai komandan dalam aksi 313 dengan Aman, Damai dan Tertib di bundaran patung kuda, saat ustad Al khaththath ditangkap.

Saat itu, seminggu sebelum pilkada DKI putaran kedua, awalnya TAM hanya ditangani oleh panitia kecil saja yang anggotanya tidak lebih dari 20 orang saja, tapi ada usul supaya panitianya diperbesar anggotanya dan akhirnya diputuskan TAM ditangani oleh alumni 212 saja, karena alumni 212 terlalu besar anggotanya maka diperkecil sedikit tapi tetap menggunakan Alumni 212 dan akhirnya jadilah Presidium Alumni 212, tiga hari sebelum Pilkada DKI putaran kedua dan deklarasi Presidium Alumni 212 sebagai pelaksana TAM pada tanggal 17 April 2017 di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh sperti Amien Rais, Habib Idrus Jamalul Lail, Eggy Sudjana, Moh Siddik dari DDII, dan lain-lain.

Alhamdulillah dengan pertolongan Allah akhirnya TAM dibawah pelaksana Presidium Alumni 212 yang diketuai oleh Ustadz Sambo dan Ustadz Hasri sebagai sekretaris dapat terlaksana dengan Aman, Damai, Tertib dan tidak ada kerusuhan dan Anies-Sandi berhasil memenangkan PILKADA Jakarta.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.