Jumat, 25 September 2020

Fadli : Imbauan MUI Boikot Starbuck Tidak Langgar Hukum

Fadli : Imbauan MUI Boikot Starbuck Tidak Langgar Hukum

Jakarta, Swamedium.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengimbau warga Indonesia untuk memboikot semua produk perusahaan kopi asing, Starbucks adalah hal yang wajar dan tidak melanggar aturan hukum.

“MUI kan ormas. Kita harus hargai ketika orang bersikap berpendapat berpandangan, saya kira sah-sah saja untuk memboikot itu,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta seperti dilansir laman dpr.go.id di awal pekan ini.

Himbauan MUI itu disebabkan CEO Starbuck Howard Mark Schultz terang-terangan mendukung gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang bertentangan dengan agama dan Pancasila.

Fadli tak memungkiri, jika ada pandangan yang berbeda diantara masyarakat, hal itu merupakan sebuah kewajaran. Fadli menilai perbedaan pendapat kerap terjadi sebagai bentuk demokrasi. “Kalau terkait satu pandangan, kan tidak ada melanggar hukum,” imbuh politisi F-Gerindra itu.

Dia menilai jika Starbucks diboikot justru akan berdampak bagus untuk kelancaran bisnis kopi pengusaha lokal. Menurutnya, itu konsekuensi dari penyikapan, sehingga mungkin menguntungkan bagi bisnis Indonesia.

“Starbucks kalau tidak salah bukan bisnis Indonesia, punya asing. Jadi kalau menguntungkan bisnis kopi Indonesia, bukannya bagus,” tambahnya.

Fadli menambahkan dilihat dari agama yang diakui di Indonesia, LGBT sangat bertentangan. Ia pun menyarankan agar LGBT bukan untuk dikampanyekan tapi ditangani dengan baik. “Ada penyimpangan seksual bukan sesuatu dikampanyekan, tapi diatasi.

Sementara itu, MAP Boga Adiperkasa selaku pemegang lisensi Starbucks di Indonesia, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan bisnis secara independen. Pihaknya juga akan menghargai hukum dan budaya yang berlaku di Indonesia.

MAP Boga Adiperkasa sendiri selain mengoperasikan Starbucks di Indonesia juga memegang lisensi gerai makanan ternama lainnya seperti Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone dan GODIVA Chocolates. Fetty menegaskan bahwa pihaknya menjalankan bisnisnya tanpa ada pengaruh dari pihak manapun.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.