Selasa, 29 September 2020

Prof Romli: Kasus SMS Harry Tanoe, Over Kriminalisasi

Prof Romli: Kasus SMS Harry Tanoe, Over Kriminalisasi

Foto: Pakar hukum pidana yang juga Ketua Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik Prof. Romli Atmasasmita. (Twitter @rajasundawiwaha)

Jakarta, Swamedium.com — Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Indonesia Profesor Romli Atmasasmita menanggapi kasus yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) terkesan bernuansa politis dan over kriminalisasi dalam kasus SMS yang dipermasalahkan oleh Jampidsus Kejaksaan Agung, Yulianto.

“Aneh seorang aparatur hukum merasa takut karena suatu SMS, ini over kriminalisasi. Sesuatu yang biasa dibuat luar biasa, sesuatu perbuatan yang bukan kriminal dibuat jadi kriminal. Malahan ini saya katakan over kriminalisasi, ” kata Romli, Selasa (4/7) kemarin.

Dia menambahkan mengenai over kriminalisasi terkait isi SMS tersebut sejatinya hanyalah merupakan sebuah aspirasi.

“Jadi itu hal ya biasa disampaikan umumnya oleh semua pemimpin waktu kampanye begitu, akan saya basmi korupsi, akan saya basmi kejahatan, itu kan biasa. Kalau menurut saya itu bukan sesuatu yang luar biasa. Bukan tindak kriminal,” ucapnya.

Prof. Romli yang juga Pakar Ilmu Hukum khususnya hukum Internasional dari Universitas Padjadjaran, menyebutkan disisi lain ada politisasi dalam kasus ini.

“Saya banyak menyampaikan bahwa ini politisasi. Dia (HT) memiliki posisi politik yang bagus, bisa-bisa saja di sudut lainnya ada yang menilai begitu,” tuturnya.

Sebagai seorang ahli hukum pidana Prof Romli, mengatakan SMS HT itu tidaklah mengandung unsur pidana. Hanya biasa saja sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga negara.

Lebih jauh Romli memandang hal ini merupakan hubungan antara warga negara dengan orang yang memegang kekuasaan. Hary Tanoe adalah rakyat biasa, sedangkan Yulianto seorang penegak hukum.

Dalam sejarah demokrasi, tuturnya, rakyat memiliki hak untuk bicara

“Kalau di zaman orde baru dulu rakyat tidak boleh bicara. Setelah reformasi ada kebebasan bicara, kebebasan menyampaikan pendapat. Nah SMS HT itu salah satu wujud dari hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat,” tandasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.