Rabu, 16 September 2020

Sudut Pandang Lain Pertemuan Jokowi dan GNPF MUI

Sudut Pandang Lain Pertemuan Jokowi dan GNPF MUI

Foto: Pertemuan antara Presiden RI dengan para ulama dan tokoh GNPF MUI. (ist)

Oleh: Iramawati Oemar

Jakarta, Swamedium.com — Tak ada kawan abadi dalam politik.

Alhamdulillah, sudah ada pernyataan dari Habib Rizieq Shihab pada tanggal 7 Syawal kemarin lusa, terkait dengan pertemuan beberapa ulama GNPF MUI dengan Presiden Jokowi.

Jadi sudah CLEAR ya, ummat Islam tak perlu jadi galau dan risau, terprovokasi adu domba antara ummat dan ulama yang terjadi akibat framing berita di media mainstream atau karena cuitan di akun twitter “orang istana”.

Sekarang kita bisa menyudahi polemik pertemuan itu dan memupus kecurigaan seolah sebagian ulama GNPF MUI sudah mengkhianati Habib Rizieq Shihab.

Hiruk pikuk komentar nettizen menyikapi pertemuan Presiden dengan para ulama GNPF MUI tepat di hari raya Idul Fitri, membuat sebagian dari kita luput mengamati sisi lain. Kebanyakan tergiring hanya mengulas “kenapa GNPF MUI bertemu Jokowi”. Padahal sebenarnya pertanyaan bisa dibalik : “kenapa jokowi menemui GNPF MUI”.

Jika sudut pandangnya dibalik, kita akan mendapati watak dan karakter politisi yang jamak terjadi : TAK ADA KAWAN YANG ABADI, YANG ADA HANYALAH KEPENTINGAN ABADI.

Lalu kenapa saya sejak awal memilih bersikap husnudzhon pada ulama GNPF MUI dan menampik segala profokasi halus media massa melaui framing berita yang mereka rilis?

Simple saja : ULAMA BUKAN POLITISI. ikatan persahabatan antar mereka dilandasi UKHUWAH ISLAMIYAH. Apapun jalan yang dipilih, termasuk musyawarah mufakat, adalah dalam kerangka kemaslahatan ummat Islam Indonesia, demi ketinggian marwah Islam. Jadi tidak mungkin rasanya membayangkan mereka saling telikung, khianat mengkhianati satu sama lain demi kepentingan politik praktis, apalagi demi bantuan keuangan.

Musyawarah dalam Islam tidak dilarang. Bahkan melakukan kesepakatan pun boleh. Bukankah Rasulullah Muhammad SAW juga pernah menandatangani Perjanjian Hudaibiyah yang menurut sebagian ummat Islam kala itu justru merugikan kaum Muslimin? Semua itu adalah bagian dari siyasah.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.