Selasa, 17 Mei 2022

Ekonomi Lesu, Pasar Properti Tak Kunjung Membaik

Ekonomi Lesu, Pasar Properti Tak Kunjung Membaik

Jakarta, Swamedium.com – Pasar properti sejak tahun 2015 sampai sekarang ini masih lesu yang dipicu oleh kondisi perekenomian yang belum kondusif. Pengembang berupaya mendongkrak penjualannya dengan memberikan berbagai program kemudahan bagi konsumen untuk memiliki rumah.

Banner Iklan Swamedium

Direktur PT Metropolitan Land Tbk Wahyu Sulisto mengatakan bahwa penjualan properti lesu ini sebenarnya tidak hanya saat ramadhan, tetapi telah terjadi sejak awal 2017. Lebih lesu lagi,penjualan properti yang harganya di atas Rp 1M semakin lambat. Maka dari itu mereka lebih banyak bermain di pangsa pasar kebutuhan rumah pertama.

Properti di bawah Rp 1M yang di gencarkan Metland ini adalah perumahan di kawasan Cibitung dan Cielungsi, yang harga rumahnya kisaran Rp.300-800 juta. Respon masyarakat terhadap produk tersebut cukup baik.

Untuk menggenjot penjualan properti ini, dia menjelaskan pengembang memberikan promo-promo secara rutin, khususnya bagi para pembeli rumah pertama. PT. Metropolitan Land Tbk memberikan kemudahan kepada pembeli untuk pembayaran uang muka hingga 12 bulan.

Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk juga gencar menebarkan promo sepanjang tahun. Promonya bisa berupa KPR dengan bunga rendah, hadiah instalasi dapur, pendingin udara hingga furnitur.

Sementara itu, Marketing and Sales General Manager PT Synthesis Karya Pratama Imron Rosyadi mengungkapkan pasar properti sejak 2015 sampai sekarang belum signifikan berbalik arah menguat atau rebound. Trennya cenderung masih naik-turun.

Imron menyatakan berdasarkan perkiraan analis, sektor properti baru akan menanjak pada 2018-2019. Periode itu dinilai sudah seharusnya bisa rebound dengan stimulus pemerintah.

Melihat pasar properti yang masih relatif lesu, Imron menjelaskan, perusahaan mengambil inisiatif dengan program bayar booking fee langsung akad kredit hunian.

Menurutnya, memiliki rumah ini merupakan kebutuhan mendasar, tetapi masyarakat masih banyak yang selalu menunda untuk memillkl hunian..Penyebabnya ialah jumlah besaran uang muka atau down payment (DP) yang memberatkan.

Selain pengembang, para agen properti juga mengeluhkan saat ini sulit menjual rumah, meskipun yang dijual rumah subsidi sekalipun. Bahkan, kata beberapa Agen dari Serayu Group, beberapa pembelinya yang sudah melakukan booking, mundur karena alasan penghasilan.

“Pembeli rumah subsidi itu rata-rata dari kalangan buruh yang penghasilan pas-pasan. Dengan ekonomi yang sulit dan kebutuhan hidup meningkat, susah untuk mencicil rumah. Belum lagi, ada ancaman PHK karena kondisi perusahaan banyak yang susah,” paparnya. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita