Selasa, 29 September 2020

Jokowi Digembosi Menteri Sendiri, ’Ekonomi Neolib Adalah Pemerasan’

Jokowi Digembosi Menteri Sendiri, ’Ekonomi Neolib Adalah Pemerasan’

Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ist)

Oleh: Arief Gunawan*

Jakarta, Swamedium.com — Para pemimpin Budi Utomo menyebut ekonomi liberal sebagai ‘’tanaman dari negeri asing’’, een plant van vreemden bodem, yang tidak sesuai dengan iklim Indonesia.
Pemimpin Syarekat Islam Cokroaminoto mencapnya sebagai ’’het zondig’’, faham murtad !
Husni Thamrin menyebutnya faham penjahat dan perusak penghidupan rakyat.

Bung Hatta pada Februari 1980 dalam pidato terakhirnya sebelum wafat mengatakan praktek liberalisme sangat menindas.

‘’Perbuatan faham itu yang terasa ialah pemerasan terhadap kaum buruh, perampasan tanah rakyat, penindasan kemerdekaan, dan perkosaan terhadap dasar-dasar perikemanusiaan’’.
Soekarno sendiri di dalam Wedjangan Revolusi mengatakan, “liberalisme merupakan ibu semua bencana.”

‘’Tak dapat kita mengambil manfaat seratus persen daripada kekayaan bumi dan air kita sendiri kalau imperialisme ekonomi masih bercokol di bumi kita, laksana lintah yang menghisap darah, laksana kemladen yang membinasakan pohon. Liberalisme telah membawa banyak bencana…’’

Hatta mencontohkan, pergerakan Islam dari berbagai aliran rata-rata menentang liberalisme sebagai suatu sistem ekonomi yang menyalahi kebenaran dan keadilan Ilahi. Demokrasi tidak akan lengkap apabila tidak berlaku kedua-dua seginya, yaitu demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.

Bagaimana kabinet hari ini?
Isu reshuffle seharusnya jadi wacana pertarungan ideologis. Tri Sakti, Nawa Cita, Revolusi Mental, yang dicita-citakan dan ingin diwujudkan oleh Jokowi*l sebenarnya sangat ideologis dan sesuai keinginan para pendiri bangsa, tetapi jadi mandeg, lantaran perekonomian nasional saat ini nyatanya dikendalikan oleh orang-orang yang selama ini dikenal sebagai anasir ekonomi beraliran neoliberal yang menghamba kepada IMF & World Bank, yakni Sri Mulyani (Menkeu) dan Darmin (Menko Ekonomi).

Seperti telah disinggung di atas faham ekonomi liberal/neoliberal merupakan faham yang sangat ditentang dan dilawan oleh para pendiri bangsa karena merupakan pintu masuk bagi kolonialisme & imperialisme.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.