Rabu, 16 September 2020

KPK Dinilai Sedang Bermain Politik

KPK Dinilai Sedang Bermain Politik

Foto: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pengamat politik Muchtar Effendu Harahap mengatakan, adanya wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), wajar adanya. Sebab, KPK kini semakin terlihat jelas sedang bermain politik.

“Saya percaya, terutama di bawah era Jokowi, KPK berpolitik membantu kelompok rezim kekuasaan,” kata Muchtar, seperti dikutip Rmol, Rabu (5/7) kemarin.

Muchtar mengungkapkan, salah satu indikasi KPK bermain politik yakni ketika lembaga itu tidak mau melanjutkan kasus dugaan korupsi yang diduga menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus korupsi Rumah Sakit Sumber Waras.

Di lain pihak, KPK menuduh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menerima dana korupsi pengadaan alat kesehatan yang kasusnya terjadi beberapa tahun silam.

“Padahal hanya fiksi dan itu sudah dibantah oleh hakim,” jelasnya.

Tak hanya itu, Peneliti Senior Network for South East Asian Studies (NSEAS) itu juga mengungkapkan, dari penilaian kinerja KPK dengan memakai ukuran outcome atau manfaat bagi negara dan rakyat, KPK juga dinilai gagal.

“Indikatornya yakni dana anggaran APBN yang digunakan KPK jauh lebih banyak ketimbang dana yang diterima negara dari pelaku koruptor yang ditangani KPK,” ungkapnya.

Muchtar melanjutkan, indikator lain adalah tidak ada manfaat yang berarti dengan keberadaan KPK bagi negara dan rakyat. Hal ini terbukti dari tahun ke tahun hanya kasus-kasus kecil saja yang disasar oleh KPK namun tak berdaya ketika berhadapan dengan kasus-kasus besar.

“KPK gagal mencapai outcome. Hanya pencitraan di publik. Itupun kasus-kasus ikan teri bukan kasus kakap,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.