Sabtu, 26 September 2020

Pemerintah Diminta Konkret, Bukan Propaganda Opini Tentang Freeport

Pemerintah Diminta Konkret, Bukan Propaganda Opini Tentang Freeport

Foto; Pimpinan Rumah Amanah Rakyat dan Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean. (ist)

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Jakarta, Swamedium.com – Dua hari terakhir, media semarak memberitakan tentang telah disepakatinya perpanjangan Kontrak Freeport 2 x 10 tahun pasca 2021 atau hingga tahun 2041. Media seperti Tempo dan lain-lain menuliskan tentang kesepakatan itu pasca adanya rapat pertemuan di Kementerian Keuangan untuk membahas 4 isu utama Kontrak Freeport, salah satunya adalah kesepakatan perpanjangan kontrak operasi Freeport di Papua hingga tahun 2041. Empat isu utama yang dibahas adalah Perpanjangan Kontrak, Pembangungan Smelter, Divestasi Saham dan Stabilisasi Investasi. Menurut pemberitaan 2 hari lalu, bahwa 2 hal telah disepakati yaitu Perpanjangan Kontrak dan Pembangunan Smelter, sementara menyisakan Dua point lagi yang perlu pembahasan lanjutan.

Menarik mencermati pernyataan Fajar Harry Sampurno, Deputy Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, yang kemudian tidak berselang lama dan hanya beberapa jam saja, muncul bantahan dari yang bersangkutan setelah ramai dipublik diperbincangkan tentang sikap pemerintah tersebut. Bahkan muncul tagar di lini massa Twitter yang menuliskan #JokowiBohongSoalFreeport.

Munculnya tagar tersebut bukanlah muncul begitu saja atau tanpa alasan. Semua itu karena publik melihat beberapa pernyataan Jokowi terkait Freeport semasa kampanye Pilpres maupun semasa telah menjabat sebagai Presiden. Bahkan tanggal 25 Juli 2014 saat Jokowi belum resmi menjadi Presiden, sudah mengeluarkan pernyataan seperti ditulis media viva.co.id yang diposting pukul 20.53 oleh : Lestia Kertopati berjudul : “Jokowi : Tidak ada Perpanjangan Kontrak Freeport” seraya Jokowi menegaskan bahwa negosiasi Kontrak Freeport hanya boleh dilakukan tahun 2019 atau 2 tahun sebelum Kontrak Karya berakhir 2021. Ditambah sederet pernyataan Presiden yang seolah gagah perkasa menekan dan mengontrol Freeport bahwa tidak akan perpanjangan Kontrak. Alhasil rakyat tersihir dan terbius oleh propaganda indah sang Presiden terpilih saat itu.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.