Selasa, 22 September 2020

Sri Mulyani Jadi Menko Ekonomi, Jokowi Makin Jauh dari Rakyat

Sri Mulyani Jadi Menko Ekonomi, Jokowi Makin Jauh dari Rakyat

Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ist)

Oleh: Arief Gunawan*

Jakarta, Swamedium.com — Bagaimana wajah pemerintahan Jokowi dua tahun ke depan? How about the cabinet?

Diibaratkan, kabinet saat ini like a soccer team. Darmin, sang Menko Ekonomi, yang dipercaya jadi kiper bukan cuma kualahan tapi juga tidak punya inisiatif untuk mengatasi keadaan. Paket kebijakan ekonomi yang dia bikin berjilid-jilid bagaikan Koo Ping Ho, benar-benar tidak nendang. Tax amnesty ternyata tidak sehebat gembar-gembornya. Pendapatan pajak, diluar tax amnesty malah merosot.

Sedangkan Sri Mulyani, seperti halnya Darmin, rupa-rupanya text book thinker, penghafal mazhab neolib, yang rumusnya antara lain ngutang & potong anggaran.

Kalau dulu Harmoko apa-apa serba “atas petunjuk bapak presiden”, Darmin & Sri selama ini “atas petunjuk World Bank & IMF”.

Di dalam pers Belanda ada istilah “kabinetskwestie”, yang artinya mempertanyakan apakah kabinet masih mendapat kepercayaan rakyat?

Apakah kabinet Jokowi kabinetskwestie? Masih mengantongi kepercayaan rakyat?

Mengutip istilah Sukarno, Presiden Joko Widodo harus cepat ‘banting stir’, sebab boleh jadi dua tahun ke depan merupakan tahun vivere peri coloso, tahunnya menyerempet-nyerempet bahaya kalau tim ekonomi di kabinet tidak secepatnya diperbaiki, pemerintahan Jokowi bakal kandas dan selesai sudah di 2019 sebab kabinetnya (tim ekonominya) tidak mendapat kepercayaan rakyat.

Jadi, wacana reshuffle kabinet harus menyentuh esensi yakni pertarungan ideologis antara kepentingan neolib yang selama ini direpresentasikan oleh Darmin dan Sri dengan kepentingan keberpihakan kepada rakyat.

Banyak kalangan berpendapat, menaikkan Sri Mulyani jadi Menko Ekonomi sama saja mempercepat hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi yang selama ini dikesankan merupakan simbol wong cilik dan pro rakyat, karena Presiden Jokowi datang dari kalangan rakyat biasa yang sangat dekat dengan rakyat.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.