Selasa, 29 September 2020

Banyak Diprotes, KAI Batal Naikkan Tarif KA Ekonomi Bersubsidi

Banyak Diprotes, KAI Batal Naikkan Tarif KA Ekonomi Bersubsidi

Jakarta, Swamedium.com – Setelah banyak diprotes, PT Kereta Api Indonesia (Persero) batal memberlakukan kebijakan kenaikan tarif kereta api ekonomi bersubsidi pada 7 Juli 2017. Hal ini demi meningkatkan pelayanan moda transportasi massal yang ekonomis dan nyaman dengan tarif terjangkau.

“Tarif seluruh kereta api ekonomi bersubsidi mulai hari ini (7 Juni) kembali ke tarif lama sesuai dengan Peraturan Menteri Pehubungan Nomor PM 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO),” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember Luqman Arif di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (6/7).

Menurut Luqman, pembatalan kenaikan tarif tersebut untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi massal yang ekonomis dan nyaman dengan tarif yang terjangkau.

“Ada empat rangkaian KA di wilayah Daop 9 yang batal mengalami penyesuaian tarif yakni KA Logawa relasi Jember-Purwokerto (PP), KA Sritanjung relasi Banyuwangi-Lempuyangan (PP), KA Tawangalun relasi Banyuwangi-Malang (PP), dan KA Probowangi relasi Banyuwangi-Surabaya (PP),” tuturnya.

Tarif KA Logawa yang sebelumnya Rp 80 ribu akan kembali menjadi Rp74 ribu, kemudian KA Sritanjung yang awalnya Rp110 ribu kembali menjadi Rp94 ribu, KA Tawangalun yang awalnya Rp65 ribu kembali menjadi Rp62 ribu, dan KA Probowangi yang naik menjadi Rp65 ribu kembali pada tarif semula Rp56 ribu.

“Bagi masyarakat yang telah melakukan transaksi pembelian tiket kereta api pada 24 Juni 2017 sampai 4 Juli 2017 untuk keberangkatan mulai 7 Juli 2017 di berbagai kanal resmi penjualan tiket KA, selisih biaya dapat diambil di stasiun-stasiun tujuan dengan menunjukkan ‘boarding pass’ di loket stasiun,” tutur dia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.