Kamis, 24 September 2020

DPP FKDT Ancam Demo Mendikbud yang Ngotot Terapkan ‘Full Day School’

DPP FKDT Ancam Demo Mendikbud yang Ngotot Terapkan ‘Full Day School’

Foto: Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menggelar demonstrasi besar-besaran bila Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap menerapkan kebijakan delapan jam dan lima hari sekolah atau full day school pada tahun ajaran 2017-2018.

DPP FKDT dalam siaran persnya mengatakan kebijakan lima hari sekolah berpotensi mematikan layanan pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah diniyah, pendidikan Alquran dan sejenisnya yang telah ada selama ini.

Berangkat dari alasan tersebut, DPP FKDT mendesak pencabutan Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah, agar lima hari sekolah batal direalisasikan.

“Jika tidak dilakukan pencabutan, seluruh komponen Madrasah Diniyah Takmiliyah dan stakeholder pendidikan akan melakukan demonstrasi secara masif,” demikian pernyataan DPP FKDT seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/7).

DPP FKDT juga menganggap Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah bertentangan dengan beberapa peraturan lain yang telah ada.

Peraturan yang dimaksud antara lain UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU No. 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Keagamaan, serta Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 tentang Guru.

Kebijakan lima hari sekolah pun dinilai bertentangan dengan Keputusan Presiden No. 68 tahun 1995 dan beberapa regulasi lainnya. “Termasuk peraturan daerah tentang wajib belajar pendidikan diniyah takmiliyah.”

DPP FKDT menyimpulkan kebijakan lima hari sekolah dengan delapan jam belajar dalam sehari justru mendorong tumbuh suburnya pendangkalan dan radikalisasi agama di sekolah.

DPP FKDT lalu menyarankan agar Kemendikbud lebih fokus mengembangkan pendidikan di Indonesia di segmen lain yang lebih penting. Menurut DPP FKDT, masih ada hal lain yang perlu diprioritaskan daripada merealisasikan kebijakan lima hari sekolah pada tahun ajaran 2017-2018 mendatang.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.