Senin, 21 September 2020

Ketua Fraksi PKS Jazuli Penuhi Panggilan KPK

Ketua Fraksi PKS Jazuli Penuhi Panggilan KPK

Foto: Jazuli Juwaini akhirnya memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa dalam kasus e-KTP. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (7/7). Dia diperiksa sebagai saksi kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Kemarin saya tidak bisa datang karena ada acara yang sudah ter-schedule lebih dulu di luar kota. Kedatangan saya ini sekaligus mengklarifikasi, karena 2009-2013 saya ada di Komisi VIII,” kata Jazuli di gedung KPK Jakarta, Jumat (7/7).

Jazuli disebut menerima uang 37.000 dolar AS di Komisi II dalam surat tuntutan untuk mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri Sugiharto.

Sementara Jazuli mengungkapkan, sejak 19 Oktober 2009 sampai 21 Mei 2013 dia sudah ditugaskan di Komisi VII.

Dilansir antaranews, dalam kasus e-KTP ini, selain Jazuli, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Demokrat Khatibul Umam Wiranu serta anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir.

Jafar Hafsah dalam dakwaan diketahui menerima sejumlah 100 ribu dolar AS yang kemudian dibelikan satu mobil Toyota Land Cruiser nomor polisi B 1 MLH sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat saat itu. Namun Jafar, dalam persidangan 3 April 2017, mengaku sudah mengembalikan Rp1 miliar ke KPK.

Khatibul disebut menerima 400 ribu dolar AS dari Chaeruman Harahap. Semula Khatibul mengakui penerimaan itu tapi kemudian ia mencabut berita acara pemeriksaannya karena mengaku mengalami “jet lag”.

Sementara Mirwan Amir disebut menerima 1,2 juta dolar AS dalam surat tuntutan Irman dan Sugiharto. (*/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.