Senin, 28 September 2020

Pushami Tantang Jokowi Buat Keppres “Gebuk PKI”

Pushami Tantang Jokowi Buat Keppres “Gebuk PKI”

Foto: Ketua Pusat Studi Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami) Muhammad Hariadi Nasution. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami) Muhammad Hariadi Nasution menilai adanya tudingan terorisme dan radikalisme terhadap Umat Islam sangatlah berbahaya. Pasalnya, di saat yang sama, fakta memperlihatkan munculnya paham komunisme justru tidak direspon pemerintah.

Pria yang akrab disapa Ombat ini, mengatakan, tanggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, yang siap menggebuk PKI, tidak akan bisa terlaksana tanpa ada perintah resmi. Untuk itu, Ombat menantang Jokowi untuk membuat Keputusan Presiden (Keppres) untuk lebih menguatkan payung hukum yang sudah ada.

“Kalau ada PKInya gebuk, Cuma ngomong aja. Perintahkan, kalau perlu ada surat resminya, Keppres atau keputusan Presiden. Kita minta balik ayo buat Keppresnya,” tegas Ombat beberapa waktu lalu seperti dikutip Panjimas.

Ombat meyakini, jika ada perintah formil dari Presiden, aparat penegak hukum bersama masyarakat akan memberantas bangkitnya kembali komunisme yang merupakan musuh dalam selimut sejak jaman kemerdekaan.

“Pemerintah mengurus komunis yang bangkit lagi, membuat payung hukumnya supaya TNI, Polri dibantu masyarakat bergerak. Itu diatur masyarakat ikut menjaga ketertiban di dalam Undang-undang Dasar,” tandasnya.

Tak hanya itu, dengan adanya slogan Presiden “Saya Indonesia, Saya Pancasila”, dia meminta Presiden Jokowi membuktikan slogannya tersebut karena komunisme bertentangan dengan Pancasila.

Karena itu, Ombat meminta Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi jangan hanya diam melihat Munculnya PKI model baru.

“Katanya mau Pancasila, saya Pancasila. Intinya sudah ada ketimpangan sosial, umat Islam difitnah dengan terorisme, faktanya di masyarakat sudah muncul PKI model gaya baru. Kenapa semua diam?,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.