Rabu, 28 Juli 2021

Utang Semakin Besar, Politikus Khawatir Ancam Program Kesejahteraan

Utang Semakin Besar, Politikus Khawatir Ancam Program Kesejahteraan

Jakarta, Swamedium.com – Politikus dari Partai Gerindra DPR RI Heri Gunawan mengaku sedih dengan kondisi utang di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kian menggunung. Per Mei 2017, utang negara sudah tembus Rp 3.672,33 triliun dan pembayaran bunga utangnya sudah lebih dari Rp200 triliun.

Banner Iklan Swamedium

“Sangat menyedihkan adalah pembayaran bunga utang telah mencapai di atas Rp200 triliun pada tahun 2017. Artinya telah terjadi kenaikan 15,8 persen dari target APBNP 2016 sebesar Rp191,2 triliun,” kata Heri dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (6/7).

Menurut dia, jumlah bunga utang pemerintahan saat ini setara dengan 40 persen alokasi belanja non Kementerian atau lembaga. Selanjutnya, masih kata Heri, indikator jatuh tempo utang dengan tenor hingga 5 tahun naik dari 37,2 persen menjadi 38,6 persen dari total outstanding.

“Dengan keadaan seperti itu, sepertinya kita tidak bisa berharap banyak untuk pencapaian program kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi riil dari cara-cara pengelolaan fiskal seperti itu. Buktinya, uang hanya habis untuk membayar utang yang semakin bertumpuk,” papar anggota Komisi XI DPR RI itu.

Heri berharap pemerintah bisa menghadirkan solusi atas jeratan defisit anggaran yang makin menganga melalui kebijakan fiskal yang kredibel.

“Tetapi, ironisnya dalam kurun lima tahun terakhir, realisasi defisit anggaran cenderung meningkat. Penyebabnya, rata-rata realisasi belanja tumbuh di kisaran 5 persen, sementara realisasi pendapatan negara hanya tumbuh kisaran 3 persen,” sebut dia.

Dalam kondisi demikian, Heri berpendapat sulit untuk mewujudkan keseimbangan primer yang positif.

“Pada postur fiskal 2018 saja disebutkan bahwa pendapatan negara sebesar 14% terhadap PDB, sedangkan belanja bisa mencapai 16% terhadap PDB,” pungkas Heri

Di sisi lain, meski jumlah utang sudah menggunung, pemerintah sering sekali menyampaikan bahwa utang negara masih aman. Rakyat diminta tak khawatir dengan kondisi ini.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan pemerintah akan menambah utang tahun ini untuk menutupi defisit keuangan negara.

Darmin menambahkan utang tersebut, akan dilakukan sebagian besar melalui penerbitan Surat Berharga Negara. Surat utang yang akan diterbitkan pemerintah bisa mencapai Rp433 triliun sampai dengan Rp497 triliun. Jumlah tersebut naik dibandingkan target yang ditetapkan pemerintah.

“Penambahan ini dengan asumsi adanya penghematan alamiah yang dilakukan pemerintah,” kata Darmin, Jakarta, Kamis (6/7).(maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita