Sabtu, 12 September 2020

Banyuwangi Gandeng Belanda Kembangkan Pertanian Cabai

Banyuwangi Gandeng Belanda Kembangkan Pertanian Cabai

Jakarta, Swamedium.com – Kabupaten Banyuwangi menggandeng Belanda untuk mengembangkan pertanian cabai di daerahnya. Banyuwangi melibatkan Belanda karena negara kincir angin ini dikenal sebagai salah satu negara dengan teknologi pertanian terbaik di dunia.

“Alhamdulillah, hari ini kami bertemu perwakilan Benelux Chamber of Commerce, teman-teman Kadin Belanda, yang didampingi Komite Tetap Hortikultura Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia. Kami bahas pengembangan cabai di wilayah utara Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Wongsorejo. Lahannya sudah disiapkan, ada ratusan hektare,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai pertemuan di Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Anas menambahkan, dengan adanya pengembangan budidaya cabai yang melibatkan Belanda, Pemkab Banyuwangi berharap dibangun juga aspek hilirnya. Artinya, hasil cabai akan langsung diolah yang bisa memberi nilai tambah ke petani dan pelaku usaha.

“Saya berharap hilirisasi di sana juga, jadi di wilayah utara itu nanti basisnya agroindustri. Kan untuk kawasan industri di sana sudah susah karena permasalahan lahan dan kami menyerap aspirasi publik. Jawabannya agar ekonomi tetap bergerak adalah industri berbasis pertanian atau agroindustri yang bernapaskan pemberdayaan petani,” papar Anas.

Anas optimistis, sinergi dengan Belanda ini akan semakin mengukuhkan posisi Banyuwangi sebagai sentra cabai nasional. “Jadi di wilayah Banyuwangi utara yang relatif kering kan selama ini sudah kita kembangkan cabai dengan sistem irigasi hemat air, dan itu berhasil cukup bagus. Dengan teknologi Belanda ini akan semakin baik lagi,” jelasnya.

Ketua Komite Tetap Holtikultura Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Karen Tambayong, pihak Belanda bakal mengembangkan cabai unggulan. “Mengapa kami memilih Banyuwangi? Karena kami melihat pertanian di sini sangat maju. Maka dengan menggandeng Kadin dari Belanda, kami ingin menanam bibit unggulan yang telah dikembangkan menggunakan teknologi pertanian Belanda di Banyuwangi,” ujar Karen.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.