Selasa, 17 Mei 2022

Kecelakaan Mudik Turun, Klaim Jasa Raharja Berkurang Separuh

Kecelakaan Mudik Turun, Klaim Jasa Raharja Berkurang Separuh

Jakarta, Swamedium. Upaya pemerintah menekan angka kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran membuahkan hasil. PT Jasa Raharja menginfokan jumlah kecelakaan selama H-7 hingga H+7 Lebaran mengalami penurunan, sehingga klaim kecelakaan juga turun hampir 50 persen.

Banner Iklan Swamedium

“Jumlah klaim yang dibayarkan turun hampir 50 persen dari periode (mudik Lebaran) yang lalu,” ujar Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Setyarso di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (7/7) yang dilansir kompas.com.

Namun saat ditanya jumlah klaim yang dibayarkan Jasa Raharja untuk korban kecelakaan selama mudik Lebaran, Budi mengaku lupa angka pastinya. Namun ia mematikan, angka klaim turun mengikuti penurunan jumlah kecelakaan yang juga turun sekitar 50 persen.

Budi menuturkan, klaim kecelakaan yang terbesar diberikan Jasa Raharja kepada korban meninggal dunia. Pemberian santunan itu diberikan paling lambat 24 jam setelah terjadi kecelakaan.

Seperti diketahui, mulai 1 Juni 2017, pemerintah telah menaikan santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas. Besaran kenaikan santunan yang diberikan Jasa Raharja mencapai 100 persen.

Ketentuan itu diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 dan 16 tahun 2017 yang dikeluarkan belum lama ini tentang besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungan kecelakaan.

Rincian kenaikan santunan itu meliputi santunan kepada ahli waris korban meninggal dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta, biaya perawatan dan pengobatan korban naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. Sementara itu biaya penguburan juga naik dari Rp 2 juta menjadi 4 juta.

Adapun santunan bagi korban cacat masih tetap sesuai dengan persentase tertentu dari santunan kematian yang naik 100 persen.

Selain itu, terdapat pula manfaat baru yang diberikan kepada korban kecelakaan meliputi biaya pertolongan pertama paling besar Rp 1 juta dan penggantian biaya untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan Rp 500.000.

Meski secara umum jumlah kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2017 turun, namun di Jawa Timur justru meningkat. Perbandingannya, operasi Ramadniya Semeru 2016 dengan 2017.

Di mana berdasarkan data tabulasi dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur tahun 2016 ada 586 kejadian kecelakaan, sedangkan tahun 2017 sebanyak 599 kejadian. Dari data tersebut, menunjukan jumlah kejadian meningkat 2,17 persen. Tidak hanya itu, akibat dari tingginya kecelakaan, korban jiwa tewas juga naik.

“Korban jiwa tewas dari kejadian kecelakaan itu naik 31 persen. Perbandingannya antara tahun 2016 dengan tahun 2017,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Ibnu Isticha. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita