Minggu, 20 September 2020

Mengucek Mata, Kebiasaan Tanpa Sadar yang Berbahaya

Mengucek Mata, Kebiasaan Tanpa Sadar yang Berbahaya

Foto: Mengucek meta, kebiasaan refleks yang berbahaya jika dilakukan secara sembarang. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Mengucek mata adalah kebiasaan tanpa sadar yang kerap dilakukan orang. Faktanya, mengucek mata memberikan rasa nyaman saat kita terkena kotoran. Namun, tahukah kita, ternyata mengucek mata dapat menyebabkan katarak, bahkan kebutaan.

Menurut situs Sains, ketika kelopak mata manusia terkena benda asing seperti debu atau tangan, hal itu akan membuat mata terbebani tekanan 5 hingga 10 kali lebih besar ketimbang mata dalam keadaan normal.

Jika di saat yang sama, kita melakukan aktivitas mengucek mata, maka kombinasi tekanan pada mata dan kerusakan mekanis akibat mengucek mata bisa membahayakan kornea. Umumnya, kornea akan melemah dan terdorong ke depan. Bentuknya jadi runcing dan kondisi ini dikenal dengan keratoconus.

“Menggosok mata terlalu keras, sering, dalam jangka lama bisa memberi tekanan mata lebih besar seolah-olah Anda ingin mendorong mata ke bagian belakang kepala,” kata dokter mata dan peneliti dari School of Optometry and Vision Science di University NSW, Profesor Charles McMonnies, seperti dilansir laman ABC.net.au yang dikutip Kiblat.net.

Tidak hanya itu, kebiasaan mengucek mata akan menyebabkan penebalan lapisan putih pada mata kita, yang biasa disebut katarak. Dampak terburuk dari mengucek mata dengan keras adalah kebutaan.

Hal itu dimungkinkan, karena saat mengucek mata dengan keras akan mengurangi kinerja syaraf mata, yang jika dilakukan dalam jangka waktu lama syaraf tersebut akan rusak. Jika syaraf mata sudah rusak, akibatnya syaraf tidak bisa lagi menyalurkan bayangan yang diterima mata ke otak, hal inilah yang biasa disebut kebutaan.

Kendati begitu, kebiasaan mengucek mata tidak selamanya berbahaya asal dilakukan dengan lembut. Sebab, dengan mengucek mata akan merangsang keluarnya air mata yang berfungsi untuk melumasi mata yang kering.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.