Kamis, 01 Oktober 2020

Pemerintahan Jokowi Cabut Subsidi Listrik, Pendapatan UKM ‘Babak Belur’

Pemerintahan Jokowi Cabut Subsidi Listrik, Pendapatan UKM ‘Babak Belur’

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengungkapkan, daya beli masyarakat akan semakin menurun seiring dengan dicabutnya subsidi tarif dasar listrik (TDL).

Menurut dia, sekitar 18 juta rumah tangga akan menurun daya belinya akibat pencabutan subsidi.

“Akan ada 18 juta rumah tangga akan menurun daya beli masyarakatnya, karena tadinya dapat subsidi menjadi tidak,” kata Enny di Warung Daun, Jakarta, seperti dikutip Merdeka, Sabtu (8/7).

Ia juga mengatakan, penurunan daya beli masyarakat terlihat dari pendapatan yang diperoleh pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri besar setelah adanya pencabutan subsidi listrik.

“Coba kita lihat misalnya informasi yang kita peroleh dari teman-teman pengusaha ritel, pedagang tradisional baik di UMKM maupun industri besar. Penjualan mereka kan bisa dilihat setiap hari bagaimana,” urainya.

Enny juga mengkritisi cara pemerintah mengelompokkan masyarakat penerima subsidi sesuai kemampuan ekonomi. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia listrik seharusnya lebih aktif mendata masyarakat, sehingga pemerintah tidak hanya mengandalkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Pertanyaannya ketika pemerintah melihat ada masyarakat yang tidak layak dapat subsidi listrik, ini siapa yang punya datanya atau PLN melakukan langsung. TNP2K data ini pun bagaimana,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.