Selasa, 29 September 2020

Pengajar PTIK: Hak Angket terhadap KPK Bagai Bom Nuklir

Pengajar PTIK: Hak Angket terhadap KPK Bagai Bom Nuklir

Foto: Ilustrasi demo menolak angket KPK. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pengajar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Umar Husin menyebut hak angket terhadap KPK yang digulirkan Pansus Angket KPK oleh DPR bagaikan bom nuklir yang siap diledakkan.

“Ini seperti nuklir, enggak bisa berhenti angket ini. Seandainya DPR bubar, angketnya tidak akan bubar,” kata Umar dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (8/7).

Umar mengatakan, adanya dukungan dari masyarakat untuk mengawal kerja Pansus Angket KPK sangat baik. Pasalnya, dukungan itu setidaknya bisa mengurangi laju “bom” bernama hak angket. Selain itu, lanjut Umar, pengawalan dari masyrakat itu untuk menghindari adanya abuse of power yang dilakukan DPR atas hak angket.

Meski begitu, Umar mengatakan, KPK juga harus menunjukkan sikap bijaksana terhadap angket KPK. Menurut dia, KPK tidak perlu mengeluarkan sikap perlawanan terhadap angket KPK, karena dengan begitu, kata Umar, dugaan adanya tekanan yang dilakukan KPK kepada salah seorang saksi terkesan benar adanya.

Untuk itu, dirinya tidak sependapat dengan pernyataan seorang pakar tata negara yang menyebut KPK tidak perlu hadir jika dipanggil Pansus Angket KPK.

“Saya juga tidak sependapat kalau ada pakar tata negara yang bilang tidak usah datang. Hal ini kan perlu diklarifikasi oleh KPK. Artinya, kalau lembaga ini profesional, enggak boleh diisi orang-orang sembarangan,” pungkas Umar. (ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.