Selasa, 29 September 2020

Presidium MRI: Segera Gelar Sidang Istimewa, Cabut Mandat Jokowi

Presidium MRI: Segera Gelar Sidang Istimewa, Cabut Mandat Jokowi

Foto: Yudi Syamhudi. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti mengatakan, sejumlah elemen masyarakat sudah bersepakat untuk segera menggelar Sidang Istimewa (SI) untuk mencabut mandat Presiden Joko Widodo.

Hal ini dilakukan karena Presiden Jokowi dinilai telah melanggar konstitusi dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

“Sejumlah tokoh lintas agama, purnawirawan militer, tokoh adat, profesional, ekonom, intelektual, pengusaha, buruh, petani dan para pemimpin pergerakan sudah setuju semua (menggelar SI),” kata Yudi melalui rilisnya, Sabtu (8/7).

Yudi mengatakan, rakyat sebagai pemilik negara sedang menunggu kedaulatannya dikembalikan ke mereka, kemudian dikelola oleh negara untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Adapun agenda SI yang telah disiapkan MRI adalah; Kembali ke UUD 45 asli, Perkuat Hak-Hak Rakyat Pribumi, Cabut Mandat Jokowi dan Bentuk Pemerintah Transisi.

Yudi juga mengungkapkan, tahap-tahap persiapan SI saat ini tengah berlangsung. Bahkan, ia menyebut saat ini tahap pengorganisasian sudah dimulai oleh MRI yang berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

“Pengorganisiran juga sedang berjalan. Intinya sidang istimewa kita gelar secepatnya,” ungkapnya.

Dalam proses persiapan SI yang sudah masuk tahap pengorganisasian dan konsolidasi ini, MRI meminta kepada pihak kepolisian agar tidak melakukan intervensi.

“Bahwa polisi tidak memiliki hak untuk ikut atau intervensi dalam proses politik praktis, baik politik yang dilakukan melalui prosedur pemilihan umum ataupun melalui sidang istimewa,” tegas Yudi.

Menurut Yudi, polisi hanya berkewajiban mengamankan segala bentuk proses politik di sebuah negara, dimana artinya, kata Yudi, polisi harus memiliki prinsip untuk mendukung apapun proses politik rakyat melalui kerja pengamanan.

“Jangan sampai melalui oknum-oknum pimpinan polisi, justru dunia internasional menuding institusi polisi di Indonesia telah menjadi instrumen politik kekuasaan,” ujarnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.