Rabu, 30 September 2020

Yusril Akui Khawatir dengan Obsesi Infrastruktur Jokowi

Yusril Akui Khawatir dengan Obsesi Infrastruktur Jokowi

Foto: Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Yusril Ihza Mahendra. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Melihat berbagai manuver tim ekonomi pemerintah yang digawangi Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tak sedikit pihak yang belakangan mulai meragukan kemampuan mewujudkan mimpi proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada kesan, obsesi Jokowi tidak ditopang oleh perencanaan dan strategi yang matang.

“Mimpi infrastruktur yang berlebihan seperti ini bisa menenggelamkan negara. Presiden harusnya punya analisis mendalam atas segala dampak yang mungkin terjadi terkait dengan kedaulatan dan kemandirian bangsa,” jelas pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra seperti dikutip RMOL, Sabtu (8/7).

Menurut Yusril, Presiden jokowi nampaknya hanya bisa berpikir bahwa yang disebut membangun hanya membangun fisik, terutama infrastruktur.

Padahal, menurut Yusril, belum tentu hal itu urgent dan segera menimbulkan dampak ekonomi berganda. Sementara di sisi lain, lanjut Yusril, terlihat pemerintah tidak berpikir panjang tentang dampak utang yang makin membesar dan jatuhnya aset-aset negara ke tangan asing.

“Terus terang, saya sangat khawatir melihat kebijakan Presiden yang seperti ini,” pungkas Yusril.

Seperti diketahui, salah satu obsesi pemerintahan Jokowi adalah membangun infrastruktur untuk menyambungkan sebanyak mungkin titik di Indonesia. Jokowi percaya bahwa proyek infratruktur akan menciptakan lapangan pekerjaan dan melahirkan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Masalahnya, tim ekonomi pemerintah terlihat tidak mampu menyediakan hal yang paling dibutuhkan untuk menopang obsesi infrastruktur, yakni uang dalam jumlah memadai.

Tim ekonomi pemerintah, sudah menggunakan berbagai strategi, dari pengetatan dan pemangkasan anggaran, pengampunan pajak, dan terakhir menaikkan pajak untuk sektor ekonomi yang dilakukan kalangan menengah dan bawah namun di saat yang sama pemerintah terus menambah utang luar negeri. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.