Selasa, 29 September 2020

Yusril: Pemindahan Ibukota Negara Harus Dikaji Menyeluruh dan Mendalam

Yusril: Pemindahan Ibukota Negara Harus Dikaji Menyeluruh dan Mendalam

Foto: Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Yusril Ihza Mahendra. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Wacana pemindahan Ibukota dari Jakarta ke daerah lain sudah ada sejak pemerintahan presiden Soekarno. Saat ini, wacana tersebut mengemuka lagi.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke daerah lain harus dikaji secara menyeluruh dan mendalam.

“Menurut saya, rencana pemindahan ibu kota negara itu bukan hanya masalah pertimbangan sosial, ekonomi, politik saja. Tetapi aspek hukumnya jangan diabaikan,” kata Yusril, Jumat (7/7).

Yusril berpendapat, sebaiknya pemerintah Indonesia bisa mencontoh negara lain yang telah memisahkan antara pusat pemerintahan dengan pusat bisnis. Menurutnya, hal itu akan membawa banyak manfaat dari segi ekonomi dan politik.

Yusril juga mengatakan, lokasi ibu kota negara sebaiknya berada di wilayah yang jumlah penduduknya tidak terlalu banyak.

“Ibu kota Australia, Canberra yang jumlah penduduknya lebih sedikit dibandingkan dengan Sidney. Atau Belanda, yang pusat pemerintahannya berada di Den Haag yang juga tergolong sepi dibandingkan Amsterdam yang ramai,” ujar Yusril.

Yusril menuturkan, memindahkan ibu kota ke daerah yang tidak terlalu ramai akan membantu mengurangi beban politik, semisal mengurangi dampak dari upaya demontrasi terhadap pemerintah.

Selain itu, lanjut Yusril, daerah yang menjadi lokasi tujuan pemindahan ibu kota dimungkinkan akan menjadi lebih berkembang dengan adanya pembangunan.

Jika rencana pemindahan ibu kota negara terlaksana, kata Yusril, diharapkan hal itu tidak akan berpengaruh terhadap kegiatan perekonomian di Jakarta, dengan catatan, daerah yang menjadi lokasi ibu kota yang baru tidak dijadikan pusat bisnis.

“Pusat ekonomi tetap ada di Jakarta, jadi jika pindah ke Palangkaraya pun tidak akan diarahkan jadi pusat bisnis,” pungkasnya. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.