Jumat, 02 Oktober 2020

JIMI: KPK Bukan Majelis Malaikat

JIMI: KPK Bukan Majelis Malaikat

Foto: Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan Persada, Jaksel. (Nael/swamedium)

Oleh: Don Zakiyamani*

Banda Aceh, Swamedium.com — Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) mengingatkan semua pihak bahwa KPK bukanlah majelis ‘malaikat’ sehingga wajar dievaluasi secara total apalagi UU Tipikor dan KPK merupakan produk politik.

Patut dipahami pula DPR memang memiliki hak dan kewajiban mengevaluasi lembaga negara. Fungsi pengawasan dan evaluasi merupakan bentuk ikhtiar untuk kemajuan. JIMI menilai para ‘penunggang’ KPK tampak panik dan beropini seolah DPR jahat dan KPK suci tanpa dosa.

Opini tersebut terus berusaha mendiskreditkan DPR dan memanjakan KPK. JIMI menilai opini sesat itu telah membuat publik berpikir bahwa DPR lembaga pro-korupsi. Playing victim yang dialamatkan kepada KPK seolah DPR lembaga super jahat.

JIMI menghimbau kepada seluruh komponen anak bangsa agar mengawasi proses evaluasi KPK yang dilakukan DPR bukan malah ikutan berpihak. Kita sepakat koruptor musuh bersama akan tetapi bukan berarti lembaga anti korupsi tidak boleh dievaluasi.

JIMI mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa bahwa tidak ada seorangpun maupun lembaga yang superior. KPK melanggar UU bukan mustahil apalagi bila KPK ditunggangi. Tentu saja kita tidak berharap hal itu terjadi, kita berharap KPK tetap profesional dalam menegakkan hukum.

JIMI menganggap evaluasi total pantas dilakukan demi kebaikan KPK bukan pelemahan KPK sebagaimana yang diopinikan. JIMI menghimbau KPK untuk menjalani proses, bila tak pernah melanggar aturan tak perlu takut apalagi berpolemik dimedia massa.

Dugaan dana hibah KPK ke lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang belakangan beredar kiranya pantas dievaluasi. JIMI menganggap dana itu uang rakyat sehingga pantas dievaluasi jangan sampai terjadi pelanggaran. Selama ini KPK seolah majelis ‘malaikat’ yang tak tersentuh tak pernah dievaluasi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.