Minggu, 27 September 2020

Kutukan Utang yang Mengancam Indonesia

Kutukan Utang yang Mengancam Indonesia

Foto: Ilustrasi utang negara. (ist)

Oleh: Maulana Munif*

Jakarta, Swamedium.com — Jumlah utang pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terus bertambah. Alasan pemerintah menambah utang untuk membiayai berbagai program pembangunan infrastruktur selama 2015-2019. Meski menambah utang, pemerintah juga mencari skema pembiayaan infrastruktur yang tak membebani APBN, yaitu dengan menjaring investor. Hal inilah yang membuat pemerintah saat ini gencar mengajak swasta untuk ikut serta berinvestasi di program-program pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah, melalui berbagai skema pembiayaan yang disusun sedemikian menarik.

Utang luar negeri pemerintah terus meningkat sampai akhir Mei 2017, mencapai Rp 3.672,33 triliun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, jumlah utang pemerintah di akhir 2014 adalah Rp 2.604,93 triliun, dan naik hingga posisi di akhir Mei 2017 menjadi Rp 3.672,33 triliun.Angka ini naik hingga Rp 1.067,4 triliun jika dibandingkan sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 hingga Mei 2017 ini. detik.com Jun 27, 2017.

Setiap pergantian rezim di negri ini bukannya jumlah hutang negri ini malah berkurang tapi semakin menambah utang baru yang lebih besar. Strategi membangun dengan utang dan membayar hutang dengan hutang kayaknya sudah menjadi strategi baku di negri ini. Orde lama meninggalkan hutang, orde baru menambah hutang sedangkan orde reformasi kaya akan hutang. Akankah masa Jokowi juga akan meninggalkan hutang?

Rakyat Jadi Korban

Logika paling sederhana yang mudah di fahami bagi kalangan awam adalah bahwa yang menjadi penyebab utama bertambahnya utang adalah defisitnya anggaran yang berarti tidak berimbangnya antara jumlah pemasukan oleh negara dengan pengeluaran negara, para pengurus negara gagal dalam melakukan kegiatan untuk melebihkan pemasukan dari pada pengeluaran. Pos-pos pemasukan di anggap tidak mampu untuk mengimbangi laju pengeluaran. Defisitnya anggaran pada pemerintah seolah menjadi penyakit kronis tiap rezim di negri ini, meski ini bukan penyakit kutukan , tapi faktanya seolah-olah komsumsi utang di anggap menjadi sebuah keniscayaan kebijakan politik ekonomi di negeri ini.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.