Selasa, 29 September 2020

Polisi Sebut Kasus Hermansyah akibat Senggolan Mobil, GNPF MUI: Tangkap Dulu Pelakunya

Polisi Sebut Kasus Hermansyah akibat Senggolan Mobil, GNPF MUI: Tangkap Dulu Pelakunya

Foto: Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Tim kuasa hukum GNPF MUI Kapitra Ampera mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Ahli IT dari ITB Hermansyah (46). Kapitra juga meminta agar kepolisian tidak perlu mengumbar komentar yang berlebihan.

Hal itu disampaikan untuk menanggapi pernyataan Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo yang menyebut peristiwa akibat senggolan mobil antara korban dan pelaku.

“Saya minta polisi lakukan dulu investigasi yang profesional dan komprehensif lalu keluar statemen. Tangkap dulu pelakunya, pelakunya saja belum ditangkap, kok (kepolisian) bisa keluar komentar,” kata Kapitra ketika dihubungi Swamedium.com, Minggu (9/7).

Ia juga menyampaikan kegeramannya terhadap peristiwa ini. Menurut Kapitra, kejadian ini sangat menyedihkan dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

Adanya perbedaan pandangan dalam menyikapi sesuatu, lanjut Kapitra tidak bisa diselesaikan dengan cara kekerasan.

“Hal ini amat menyedihkan dan sangat memprihatinkan serta mencederai rasa keadilan masyarakat. Harus diusut tuntas. Kalau tidak, kekerasan akan menjadi budaya bagi segala perbedaan pandangan,” tegasnya.

Untuk itu, Kapitra menegaskan, GNPF MUI akan mengawal terus penyelidikan kasus ini hingga tuntas.

“Kami akan kawal terus (kasus) ini hingga tuntas,” pungkasnya.

Hermansyah diketahui adalah pakar telematika yang pernah menyebut chat Habib Rizieq Syihab dan Firza Husein palsu dan hasil rekayasa.

Saat kejadian, Hermansyah dan istri sedang menuju ke Depok dari arah Cijantung, Jakarta Timur melalui tol Jagorawi. Di tengah perjalanan, mobilnya dipepet sebuah mobil sedan dan diminta berhenti. Lima orang turun dari sedan tersebut dan langsung menganiaya Hermansyah. (ls)

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.