Kamis, 24 September 2020

Tebu Kena PPN 10 Persen, Rizal Ramli: Menkeu Sudah Kalap

Tebu Kena PPN 10 Persen, Rizal Ramli: Menkeu Sudah Kalap

Foto: Ekonom Senior dan mantan Menko Maritim Dr Rizal Ramli. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tebu sebesar 10 persen akan dikenakan terhadap tanaman tebu yang akan diolah menjadi gula. Kebijakan ini telah ditetapkan oleh
Kementerian Keuangan.

Banyak kalangan, terutama petani tebu, menilai kebijakan tersebut menambah beban baru yang makin menyiksa mereka.

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan pajak sebesar 10 persen untuk tebu yang dikirimkan ke pabrik gula membuat petani menjadi serba salah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah petani tebu di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, membiarkan lahan tebunya tidak dipanen walau tanaman tebu telah menua.

Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyampaikan kerisauannya terkait kenaikan pajak tebu ini melalui akun facebooknya.

“Ampun, ampun. ☹️☹️ Menkeu sudah kalap,” tulis Rizal Ramli sembari menambahkan emotikon sedih.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gusdur itu menilai kebijakan Kemenkeu ini sebagai bentuk kekalapan Menkeu Sri Mulyani dalam mencari cara mudah untuk mengumpulkan uang guna membayar utang Indonesia.

Sejak beberapa waktu belakangan ini Rizal Ramli memang kerap menyoroti berbagai kebijakan yang dibuat Kementerian Keuangan.

Rizal Ramli mengungkapkan, cara paling mudah untuk meraup uang yang dilakukan Kementerian Keuangan adalah dengan memotong anggaran dan menaikkan pajak untuk sektor-sektor industri masyarakat menengah bawah.

“Jangan sampai, semua pemotongan anggaran dan pemotongan subsidi, dan kenaikan pajak hanya untuk bayar utang, agar terus dipuji kreditor,” ujar Rizal Ramli.

Sebelumnya, bentuk kekalapan pemerintah akibat keputusan Menkeu Sri Mulyani menaikkan pajak tebu itu bisa dilihat dari pernyataan Direktur Tanaman Semusim Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Agus Wahyudi beberapa waktu lalu.

Agus mengatakan, sudah sepatutnya tebu dikenakan kenaikan pajak bila mengalami pertambahan nilai. Dia juga mengatakan, pajak baru untuk tebu ini diharapkan membuat petani tebu fokus hanya menanam tebu, dan tidak ikut dalam aktivitas pembuatan gula. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.