Kamis, 24 September 2020

Warung Wedangan HIK Ala Kafe Menjamur di Solo

Warung Wedangan HIK Ala Kafe Menjamur di Solo


Jakarta, Swamedium.com – Tempat nongkrong khas warga kota Solo, Jawa Tengah adalah di warung wedangan angkringan HIK. Kini, penampilan dan penyajian warung wedangan khas Solo itu sudah banyak yang bermetaformosa menjadi modern ala kafe dan mengikuti selera kekinian.

Aslinya, warung wedangan HIK (hidangan istimewa kampung) ini hanya berbentuk gerobak dorong dengan ciri khas menu, seperti nasi kucing (Javanese fast food), kemudian aneka sate, seperti sate ayam, sate telur puyuh, sate ati, sate brutu, sate kerang, sate usus, sate burung puyuh hingga bermacam-macam gorengan dan panganan jajanan tradisional.

Sebelum disajikan ke pembeli, biasanya hidangan itu akan dihangatkan kembali dengan cara dibakar diatas arang. Yang lebih khas lagi di warung wedangan ini, adalah minumannya. Teh yang dibuat dengan ramuan khusus dihidangkan hangat-hangat atau dengan es batu, bila diminum terasa segar di tenggorokan. Ada juga jahe susu, wedang uwoh dan sebagainya.

Bagi warga Solo, perantauan atau yang pernah menjadi mahasiswa di kota Bengawan pasti merindukan lagi warung HIK. Di warung tersebut, biasanya pengunjung dari beragam kelas sosial bisa berdiskusi bebas, mulai dari isu lokal sampai internasional. Hidangan HIK dan minuman teh atau jahe susu ini yang menemaninya. Harganya yang ‘merakyat’ mulai dari seribu rupiah, membuat makanan angkringan ini terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Namun seiring perkembangan zaman, warung angkringan HIK di Solo Raya sudah banyak yang berpenampilan ala kafe kafe di kota besar. Contohnya Tiga Tjeret, Omah Kulon, Oman Ndoro, Omah Londo, Omah Sinten, Gulo Kelopo, dan sebagainya. Tempat dan pelayannya lebih bagus dan menu yang dihidangkan juga lebih beragam.

Pages: 1 2

Related posts

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.