Senin, 26 Juli 2021

Yusril Pastikan Hadir dalam RDP dengan Pansus Angket KPK

Yusril Pastikan Hadir dalam RDP dengan Pansus Angket KPK

Foto: Pakar hukum tata negara Prof Dr Yusril IHza Mahendra usai menjadi saksi ahli pada persidangan Rizal-Jamran. (Ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra memastikan dirinya akan hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Angket KPK di Gedung DPR, Senin (10/7) pukul 10.00 WIB.

Banner Iklan Swamedium

“Saya telah menerima surat resmi dari DPR RI yang mengundang saya untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum atau RDPU Dengan Pansus Angket DPR pada hari Senin tgl 10 Juli besok jam 14.00,” kata Yusril melalui keterangan tertulisnya yang diterima Swamedium.com, Minggu (9/7).

Yusril menjelaskan kehadiran dirinya dalam RDPU dengan Pansus Angket KPK adalah untuk menjelaskan posisi hak angket DPR dalam hukum tata negara.

“Dalam TOR (Term of Reference) yang diemail ke saya disebutkan bahwa saya diminta untuk menerangkan keberadaan Hak Angket DPR dala hukum tata negara kita dan dapatkah DPR menggunakan hak angket untuk menyelidiki KPK. Diminta juga kepada saya untuk menerangkan di manakah kedudukan KPK itu dalam sistem ketanageraan kita,” jelas Yusril.

Selain itu, Yusril juga mengatakan dirinya diminta untuk menyampaikan sejarah penyusunan RUU KPK.

“Karena saya pada tahun 2002 mewakili Pemerintah membahas RUU tersebut dengan DPR hingga selesai,” kata dia.

Lebih lanjut, Yusril akan menjelaskan hal-hal di atas berdasarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki dirinya berdasarkan prinsip-prinsip akademik yang ia junjung tinggi.

“Saya tidak berada dalam posisi untuk mendukung atau tidak mendukung keberadaan panitia angket DPR tersebut, juga tidak berada dalam posisi apakah ingin “memperkuat atau melemahkan KPK”,” urai Yusril.

“Tugas saya hanyalah menerangkan segala yang diminta kepada saya untuk saya terangkan secara akademis, dan saya berupaya secara maksimal untuk tidak melibatkan diri dalam perdebatan politik dan kepetingan politik pihak manapun juga,” imbuhnya.

Selain itu, Yusril menuturkan, pendapat yang dia berikan kepada Pansus Angket KPK besok itu adalah pendapat dia secara akademis, maka, kata Yusril, pendapatnya tersebut dapat didengar dan didebat oleh siapapun. Karena itu, lanjut Yusril, ia akan menghormati jika ada perbedaan pandangan akademis.

“Andaikata ada pendapat akademisi yang lain, yang saya nilai lebih kuat hujah dan argumentasi akademisnya dibanding pandangan saya, maka saya dengan ikhlas akan meninggalkan pendapat saya dan mengikuti pendapat yang lebih kuat argumentasinya,” pungkasnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita