Senin, 28 September 2020

Aprindo: Akibat Bangkrutnya 7-Eleven, 2.000 Pekerja di PHK

Aprindo: Akibat Bangkrutnya 7-Eleven, 2.000 Pekerja di PHK

Jakarta, Swamedium.com – Bangkrutnya jaringan bisnis waralaba asal Amerika Serikat Seven Eleven (7-Eleven/Sevel) mengakibatkan sedikitnya 2.000 orang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK. Terkait pesangon korban PHK, saat ini masih dalam pembahasan internal manajemen.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mande, mengatakan setelah penutupan operasional gerai tersebut membuat Sevel terpaksa mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga sekitar 2.000 pekerja.

“Mereka jumlahnya hampir 2.000 pegawai. Jadi kalau misalnya kita kalikan dengan 4 orang (anggota keluarga), sudah hampir 8.000 orang yang terdampak dari PHK. Ini tentunya jadi suatu problem baru pemerintah DKI karena mereka kan di DKI Jakarta,” kata Roy ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta yang dikutip detik.com, Senin (10/7).

Roy menegaskan ada 8.000 orang yang kehilangan pasokan makanan dan minuman akibat PHK tersebut.

“Kalau kita bilang orang bergaji kan makan minum normal. Sekarang tanpa bekerja kehilangan pasokan normal makan dan minuman,” tambahnya.

Diungkapkannya, soal pesangon dan masalah ketenagakerjaan lainnya, hal tersebut masih diselesaikan di internal induk Sevel, PT Modern Internasional Tbk.

“Masih di manajemen Sevel, kita belum tahu penyelesaiannya, tapi yang saya dapatkan informasinya di keterbukaan (publik) hampir 2.000 karyawan, dengan Sevel tutup ya enggak bekerja lagi,” ucapnya.

Menurut Roy, selain faktor-faktor lainnya, secara umum lesunya industry ritel di Indoesia terjadi karena melemahnya daya beli masyarakat. “Penyebab turunnya karena daya beli masyarakat,” pungkasnya. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.