Kamis, 24 September 2020

Ditanya Daya Beli Turun, Luhut Bicara Indikator Ekonomi

Ditanya Daya Beli Turun, Luhut Bicara Indikator Ekonomi

Jakarta, Swamedium.com – Begitulah kalau pejabat negara hanya bicara angka, bukan fakta. Contohnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang bersikeras bahwa indikator perekonomian bagus dan menolak fakta bahwa perekonomian Indonesia saat ini lesu.

Saat ditanya daya beli masyarakat yang turun, Luhut berkilah dengan mengatakan bahwa indikator ekonomi Indonesia cukup bagus dan menjanjikan bagi investor dalam dan luar negeri. Dirinya menolak keras anggapan bahwa perekonomian Indonesia turun jika dicermati dari pelemahan daya beli.

“Tidak ada satu pun indikator ekonomi kita yang tidak bagus,” tegas Luhut di Gedung DPR, Jakarta, yang dikutip Inilah.com, Senin (10/7).

Kenaikan peringkat Indonesia menjadi investment grade atau layak investasi yang diperoleh pemerintah dari lembaga pemeringkat dunia beberapa waktu lalu, menurut Luhut, menunjukan bahwa perekonomian nasional cukup menjanjikan.

“Investment grade, apa artinya? Pertama, tingkat investasi di sini aman. Kedua, suku bunga orang pinjam itu jadi turun. Kita suku bunga dari 11% jadi 9%. Orang lihat seperti itu makanya pada datang, Jepang datang,” kilah Luhut.

Dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Joko Widodo disela-sela forum G-20 di Hamburg,Jerman dan kepala negara lainnya, dikatakan Luhut, telah membuktikan perekonomian Indonesia cukup diperhitungkan di kancah dunia.

“Yang penting, yang kami jaga adalah kronologinya bagus. Kedua, tenaga kerjanya jangan macam-macam. Tapi sampai sekarang, saya lihat tidak juga, tidak macam-macam,” kata Luhut.

“Jadi, kalau ada yang macam-macam, kau tulis ya. Jangan asal ngomong saja, saya bawa ke lapangan,” lanjut Luhut.

Berbeda dengan ucapan Luhut, para pelaku industri ritel utamanya justru mengeluhkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat.

Ritel turun

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Nicolas Mandey memprediksi pertumbuhan ritel tahun ini hanya sekitar 5 hingga 6 persen.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.