Kamis, 01 Oktober 2020

KTT G-20 Dukung Menkeu Pulangkan Dana WNI di Luar negeri

KTT G-20 Dukung Menkeu Pulangkan Dana WNI di Luar negeri

Jakarta, Swamedium.com – Tiga negara yang banyak menampung uang milik Warga Negara Indonesia (WNI) telah menyatakan kesiapannya untuk mematuhi standar internasional terkait masalah tax invasion (penghindaran pajak) dan tax avoidance (menghindari pajak). Kesiapan mereka itu dicetuskan di KTT G-20, di Hamburg, Jerman pada 7-8 Juli 2017.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah Singapura dan Hong Kong serta Switzerland yang merupakan negara yang banyak menampung rekening milik WNI telah siap untuk mematuhi standar internasional terkait masalah penghindaran pajak dan menghindari pajak di KTT G-20 di Hamburg, Jerman.

“Dalam pertemuan G-20, tiga negara yaitu Hong Kong, Switzerland, serta Singapura khusus meminta bertemu dan menjelaskan bahwa mereka mengikuti standar internasional itu. Bahkan siap untuk menerima Kementerian Keuangan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman yang dikutip dari laman Sekretariat kabinet.

Sri Mulyani memperkirakan, saat ini masih ada dana milik WNI di luar negeri sebanyak Rp 1.000 triliun, di mana hampir 60 persen dari dana tersebut berada di Singapura. Dia bersyukur karena Singapura sudah menyampaikan sikap mengikuti ketentuan internasional terkait penghindaran pajak. Singapura menyampaikan bahwa mereka siap melakukan kerja sama bilateral dengan Indonesia yang sebelumnya hanya masuk di dalam multilateral.

“Jadi ini suatu hal yang positif dan saya akan mem-follow up seperti ini, supaya kita bisa mendapatkan manfaat semua itu ya,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Ani mengapresiasi kesepakatan yang dihasilkan negara-negara peserta KTT G-20 yang memiliki inisiatif untuk menghadapi penghindaran pajak (tax invasion) dan tax avoidance secara sistematis dan global.

Ani membandingkan saat dirinya menjadi Menteri Keuangan 10 tahun yang lalu, di mana saat mau mengejar wajib pajak yang ditengarai akan menghindar, negara-negara lain biasanya mengatakan ya itu urusan masing-masing silakan saja.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.