Jumat, 02 Oktober 2020

Gandeng Austria, Jatim Tingkatkan Kerjasama Pendidikan dan Kebudayaan

Gandeng Austria, Jatim Tingkatkan Kerjasama Pendidikan dan Kebudayaan

Foto: Gubernur jatim menerima kunjungan Duta Besar Austria untuk Indonesia di gedung negara grahadi. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Gubernur Jatim Soekarwo menyepakati untuk meningkatkan kerjasama dengan Austria, bukan hanya di bidang ekonomi tetapi juga pendidikan dan budaya.

“Budaya sangat penting. Capaian ekonomi Jatim saat ini, karena juga didukung pendekatan budaya,” ujarnya saat menerima Dubes Austria untuk Indonesia Helene Steinhausl, di gedung negara Grahadi, Selasa (11/7).

Jatim yang berpenduduk 39 juta jiwa, jelas Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim, terdiri dari beberapa budaya, terutama mataraman, arek, pedalungan, dan madura, yang memiliki kekhasan budayanya masing-masing.

Pendekatan budaya tersebut, lanjutnya, menciptakan keharmonisan masyarakatnya sehingga PDRB Jatim meningkat sehingga saat ini income perkapita menjadi sebesar US$ 3.600.

Sementara itu, Dubes Helene Steinhausl memberikan dukungannya terhadap perlunya dua belah pihak untuk saling belajar cara mengelola pluralitas, sehingga terjalin kehidupan yang harmoni.

Menurut Dubes Helene, pihaknya tidak hanya bekerjasama dengan ibukota negara, tetapi juga provinsi/kota besar lainnya, seperti Jatim.

Untuk itu, pihaknya mengidentifikasi berbagai kemungkinkan untuk peningkatan kerjasama ini, diantaranya memberikan beasiswa bagi mahasiswa dan dosen, untuk belajar ke Austria, termasuk bagi ITS. Selain itu, pada akhir Agustus, dua seniman biola dan piano ternama akan melakuka konser di Jatim. Ini dimaksudkan untuk mendekatkan masyarakat dua belah pihak.

Pertumbuhan ekonomi Jatim Triwulan I tahun 2017 sebesar 5,37 % atau lebih besar dari rata-rata nasional sebesar 5,01 %. Sementara itu, PDRB pada periode sama mencapai Rp 480,36 triliun
Neraca perdagangan Jatim-Austria tercatat defisit. Tahun 2016 ekspor ke Austria US$ 4,64 juta sedangkan impor US$ 19,32 juta sehingga defisit US$ -14,68 juta.

Adapun komoditi utama non migas Jatim yang diekspor ke Austria berupa barang-barang dari kulit, berbagai makanan olahan, perangkat musik, dan alas kaki. Sedangkan komoditas yang diimpor dari Austria berupa kertas/karton, benda dari besi dan baja, mesin/peralatan listrik, mesin/pesawat, mekanik dan bahan kimia organik. (ari)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.